Alasan Utama Menyebalkan Aku Menulis

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Juli 2016
Alasan Utama Menyebalkan Aku Menulis

“Jika aku tidak menulis untuk mengosongkan pikiranku, aku bisa gila.”
– Lord Byron, pujangga flamboyan asal Inggris.

Aku bisa gila oleh karena pemikiran yang menumpuk di otakku. Seperti ada banyak seruan yang mendesakku agar mengeluarkannya, jika tidak bisa ‘meledak’. Aku menulis sebab isi kepala sudah kebanyakan. Ia harus dimuntahkan lalu kepala akan menyambut hal baru lainnya. Terkadang aku suka kasihan dengan otakku sendiri tetapi ia paling tidak bisa diminta untuk berhenti menyerap hal baru. Jadi mau tak mau aku harus menulis agar beban otak berkurang.

Selalu ada dua sisi mata uang dari setiap hal yang Alloh swt titipkan kepada kita dari lahir. Sifat yang akan kita bawa sampai kapan pun, yang tidak bisa lepas betapa pun kita mencobanya. Yang bisa kita lakukan adalah berdamai dan menggunakannya untuk hal positif.

Terlahir sebagai orang yang suka mengamati dan memikirkan banyak hal, sifatku yang introvert menjadikan menulis medium paling pas. Belum lagi aku suka membaca banyak topik, yang mungkin sebagian orang menilai sebagai suatu hal positif, tetapi kalau boleh jujur kebiasaanku yang tak bisa lepas dari membaca terkadang sangat menyebalkan. Tak jarang aku lelah meladeni kemauan otakku sendiri.

Paling repot kalau aku sedang bersemangat menemukan tema baru dan itu bisa apa saja. Sibuk mengerjakan hal yang aku sukai bisa membuatku terjaga hingga susah tidur. Belum lagi jika aku menemukan ide menarik untuk ditulis. Kondisi-kondisi seperti itu bisa terkadang memuakkan sebab otakku bisa terus-menerus bekerja. Butuh usaha luar biasa agar ia bisa benar-benar berhenti berpikir.

Orang seperti aku paling susah diminta berbicara. Bahkan dengan sahabat yang dekat denganku sekalipun, mulut seakan terkunci untuk berbagi hal yang sifatnya pribadi. Akhirnya, paling suka curhat lewat tulisan, yang bisa panjang ceritanya. Tetapi jika bertatap mata, uh, aku paling hanya bisa banyak senyum jika sahabatku bertanya hal pribadi.

Hidup dengan amanah seperti halnya aku terkadang membuat dongkol walau jika sedang tidak lupa bersyukur aku akan sangat berterima kasih. Tidak ada yang bisa dilakukan selain tahu bagaimana cara mengasahnya agar bisa semakin bermanfaat selain paham betul cara mengendalikan diri atau bahkan berhenti saat otak mulai memberontak minta disuapi terlalu banyak hal. Tiada hal yang lebih menyenangkan sekaligus menantang selain mengenali diri sendiri rupanya..

Gambar diambil dari www.pinterest.com


  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Go Eny Go!

  • Faizah Kun
    Faizah Kun
    1 tahun yang lalu.
    Tiada hal yang lebih menyenangkan sekaligus menantang selain mengenali diri sendiri rupanya.. bagus mb

    • Lihat 1 Respon

  • Faizah Kun
    Faizah Kun
    1 tahun yang lalu.
    Tiada hal yang lebih menyenangkan sekaligus menantang selain mengenali diri sendiri rupanya.. bagus mb

  • Faizah Kun
    Faizah Kun
    1 tahun yang lalu.
    Tiada hal yang lebih menyenangkan sekaligus menantang selain mengenali diri sendiri rupanya.. bagus mb

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    lebih enak numpahin di tulisan daripada secara lisan ya mbak...

    • Lihat 26 Respon