Ocehan Jelang Senja Tentang Sejarah

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Sejarah
dipublikasikan 10 Juni 2016
Ocehan Jelang Senja Tentang Sejarah

Saya suka sekali sejarah. Segala hal yang berbau klasik selalu menarik hati saya. Perkenalan saya dengan sejarah terjadi saat saya masih di bangku SD. Waktu itu secara tidak sengaja saya membuka majalah, yang saat ini mungkin sudah tak lagi terbit. Beberapa halaman tentang tragedi Pompeii seketika mengusik rasa penasaran saya ketika itu. Tulisan yang diterbitkan memikat saya lalu. Sejak saat itu Pompeii menjadi salah satu kisah masa lampau yang melekat di benak saya hingga saat ini.

Kisah Pompeii pula yang membawa saya menyukai mata pelajaran sejarah sejak SMP hingga sudah lulus kuliah seperti saat ini. Orang mungkin bilang apa sih enaknya belajar sejarah? Itu kan hanya dongeng nina bobok sebelum tidur?

Well, buat saya sejarah itu unik. Saya selalu tertarik bagaimana orang dulu hidup. Ada yang selalu mengusik rasa ingin tahu saya setiap kali melihat bangunan tua dimana pun saya menemukannya. Jadi jangan heran, tempat yang paling ingin saya kunjungi bukanlah gunung, alih-alih pantai. Melainkan, tempat yang selalu membuat saya ingin bergerak mengunjunginya adalah bangunan tua atau museum.

Suasana Kota Tua beberapa tahun yang lalu pas ke sana sama teman-teman kuliah. Jadi kangen mereka dan tempat ini..

Sewaktu saya di Sydney, saya bisa menghabiskan waktu seharian mengelilingi pusat kota, menikmati kantor, keindahan gereja atau gedung klasik nan megah di sana. Saya tidak tertarik bepergian layaknya turis mainstream pada umumnya, selain juga karena mau berhemat, LOL!

Gereja St. Mary di Sydney. Nggak pernah bosen buat dilewatin tiap hari..

Khusus di Jakarta, saya sudah beberapa kali berkunjung ke kawasan Kota Tua dengan beberapa museum di sana; Museum Fatahillah, Bank Indonesia, Wayang, dan Keramik. Museum Nasional juga sudah dua kali saya kunjungi.

Saya bisa menghabiskan waktu lama menatap bangunan tua. Setiap lengkungan bangunan, tangga putih yang biasa digunakan di tiap bangunan, coraknya.. bagi saya selalu menjadi hal menarik untuk diamati. Setiap kali menatap bangunan seperti itu, saya selalu bertanya-tanya tentang bagaimana orang zaman dulu membuatnya? Apa maksud bangunan ini dibuat? Apa fungsi bangunan semegah ini? Tidakkah dulu mereka sangat jenius hingga bisa merancang bangunan seindah ini lalu bisa tahan hingga ratusan tahun?

Saya paling tertarik dengan gaya Renaissance Eropa. Menurut saya semua bangunan gaya ini sangat indah dan artistik. Jika suatu saat saya bisa ke Italia mungkin saya akan kalap melihat banyak bangunan gaya tersebut di setiap bagian di negara tersebut, haha... Untuk saat ini, berada di Jakarta dengan banyak gedung tua yang selalu membuat saya rindu berkunjung saja sudah membuat saya bersyukur.

Museum Nasional. Tiang museumnya berasa di Eropah gitu..

Selain kawasan Kota Tua, sudut historis di Jakarta adalah di kawasan Pasar Baru, yang di seberangnya ada gedung wow bernama Gedung Kesenian Jakarta. Saya juga takjub tiap kali melewati kawasan Gambir sebab ada gereja Katedral yang sangat khas dengan gaya gotik Eropanya. Lalu ada gereja Imanuel, dengan desain Eropa yang lebih kalem dibandingkan gereja Katedral.

Daerah Jatinegara juga menampung beberapa bangunan bersejarah, termasuk Stasiun Jatinegara. Yang suka sejarah Tiongkok dan akulturasi budaya Indonesia dan Tiongkok bisa mampir ke kawasan Glodok. Saya juga pernah beberapa kali ke lokasi ini untuk liputan sekaligus belajar banyak tentang masyarakat Tionghoa di Jakarta.

Jendela khas Eropah di Kota Tua

Buat yang bertanya-tanya apa enaknya belajar sejarah, saya kasih tahu ya. Selain mengagumi bangunan dan menambah banyak pengetahuan, saya belakangan juga paham loh sejarah sangat berguna, misalnya dalam hal diplomasi, ekonomi, bahkan budaya. Saya jadi paham mengapa orang Tiongkok jadi sangat bernafsu menguasai Laut Cina Selatan, mengapa Inggris sangat disegani oleh dunia, dsb. Jika dikaitkan dengan fakta masa lalu negara-negara tersebut maka tidak heran Tiongkok bisa besar dan berkuasa seperti sekarang. Ternyata apabila benar-benar memahami sejarah yang pernah terjadi, masa kini dan masa depan sangat berhutang terhadap apa yang pernah terjadi di masa silam.

Salah satu contoh gedung pemerintahan di Sydney. Keliling kota lihat bangunan seperti ini sudah membuat saya bahagia bukan kepalang, hehe..

Demikian celotehan saya sore ini, yang saya tulis sambil merencanakan kapan bisa wisata vintage di Jakarta bersama kawan-kawan sesama pecinta warisan nenek moyang, hehe..

  • view 101