Sambutan Kepagian untuk Piala Eropa 2016

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Bola
dipublikasikan 11 Mei 2016
Sambutan Kepagian untuk Piala Eropa 2016

Biasanya bulan Mei menjadi bulan yang campur aduk. Di satu sisi, aku senang Juventus bisa menambah koleksi trofi, setidaknya dalam lima musim terakhir. Di sisi lainnya, aku mulai bersiap menyambut akhir pekan yang kelabu sebab tak ada laga liga Eropa yang bisa memaksaku begadang mulai dari Sabtu hingga Senin dini hari. Selama sekitar dua bulan, antara Juni dan pertengahan Agustus, aku terpaksa menelan acara televisi yang ada, yang mayoritas adalah sampah.

Tahun ini, lebih tepatnya dalam sekali dalam dua tahun, aku dan aku yakin penggila bola di seluruh dunia, akan memperpanjang kebahagiaan usai liga dengan hadirnya Piala Eropa 2016.

Yes!!

Lega sekali tak perlu bingung menghabiskan antara 10 Juni dan 10 Juli 2016 sebab yang akan puyeng memilih pertandingan mana yang akan ditonton. Plus, Juni adalah bulan puasa jadi yang ada aku harus menjaga stamina demi kepuasan menonton bola hingga level tertinggi. Hohoho!

Biar tingkat demam semakin tinggi, biasanya aku selalu update berita, preview, review hingga kejadian luar lapangan yang pastinya akan sangat ramai selama kejuaraan berlangsung. Dan berkat Twitter pula, aku pasti akan sering menyebar kicauan meme kocak terkait Piala Eropa 2016. Yang terakhir ini bisa bikin aku dan sahabatku, Lia, punya bahan obrolan seru.

Selalu menarik memperhatikan kiprah setiap negara peserta Piala Eropa, yang kali ini dihelat di Prancis. Sementara pada level klub, kekuatan sebuah tim bisa banyak bergantung pada pemain dari berbagai negara sedangkan untuk level tim nasional, fakta bisa berkata lain. Misalnya, pemain A sangat bagus di klub ini tetapi ia belum tentu cemerlang bermain untuk negaranya sendiri.

Dengan kata lain, mengikuti Piala Eropa atau Piala Dunia memberikan pelajaran betapa hebatnya seorang pemain sebagai individu, ia teramat sangat bergantung pada rekan setimnya.

Aku sendiri punya pengalaman sangat memilukan, tepatnya pada Piala Eropa 2000. Saat final, Italia, tim favoritku, kalah 1-2 dari Prancis. Yang lebih menyesakkan dada adalah gol penentu lahir dari David Trezeguet, yang setelah itu direkrut oleh Juventus, hiks3.

Untungnya, Italia menebusnya melalui final Piala Dunia 2006 dimana ia mengalahkan Prancis dan... David menjadi salah satu yang gagal menendang gawang Gianluigi Buffon saat adu penalti. Rasaiiiin!!

Yang akan terasa kurang dari Piala Eropa tahun ini adalah ketiadaan Belanda yang gagal lolos babak kualifikasi. Sungguh disayangkan tim Oranye tidak bisa meramaikan ajang ini. Layak ditunggu kiprah si kuda hitam Belgia, yang kata banyak orang sedang panas-panasnya di kancah Eropa.

Bagaimana dengan juara bertahan Spanyol? Mengingat prestasinya yang sangat buruk dua tahun sebelumnya di ajang Piala Dunia 2014, bukan hal berlebihan menyebut ia akan kesulitan mempertahankan mahkotanya.

Lalu, Azzuri? Aku bahas di kemudian hari saja.

Postingan kali ini cukup menggambarkan betapa menyenangkan menyambut turnamen bergengsi penuh atraksi berkelas yang akan berujung pada sensasi dan emosi tiada terbeli.

Si, bienvenue Coupe d’Europe 2016...

Sumber gambar: en.mascot.uefa.com

  • view 101