6 ‘Guilty Pleasure Fan’ Bola Indonesia. Mana yang Paling ‘Menyiksamu’?

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Bola
dipublikasikan 27 April 2016
6 ‘Guilty Pleasure Fan’ Bola Indonesia. Mana yang Paling ‘Menyiksamu’?

Bagi sebagian orang, bahagia itu sederhana dan murah. Tetapi, buat ‘fans’ bola Asia, terutama Indonesia, terkadang bahagia itu butuh pengorbanan. Semacam penderitaan yang menyenangkan, yang membuatmu kelimpungan tetapi akan meninggalkan sensasi cengar-cengir bila tim favoritmu menang.  

  1. Telat datang ke kantor

Laga seru liga di Eropa biasanya tayang jam 01.45 WIB dini hari. Juventus sendiri paling sering bertanding jam tersebut. Untuk laga di Liga Inggris bisa lebih manusiawi dimana jam tayang bisa sebelum pukul 22:00 WIB. Tetapi tetap saja, kamu harus melek sampai tengah malam atau bangun dini hari demi menyaksikan tim kesayangan berlaga. Waktu masih muda, bangun pukul 01:45 terus melek hingga pagi bahkan lanjut sampai jam kerja bukan hal yang besar. Badan masih kuat tetapi setelah umur mulai bertambah, kamu mulai kewalahan bangun tidur bangun tidur dalam satu malam. Walhasil, setelah Subuh kamu tertidur dan biasanya bablas sampai jam 6 bahkan jam 7 yang artinya kesiangan berangkat ke kantor.

 

  1. Kondisi badan amburadul sampai siang

Buntut metabolisme tubuh yang terganggu semalam sebelumnya, badanmu akan mulai demam, kepala sedikit pusing sampai setidaknya jam 11 atau 12 siang. Nafsu makan juga terpengaruh. Ngantuk berat sudah pasti. Tetapi dasar sudah bandel, biasanya tubuh tersugesti membaik dengan sendirinya. Lalu kamu akan mengulangi pola yang sama setidaknya seminggu dua kali.

 

  1. Sebenar-benarnya demam saat Piala Dunia, Eropa, Copa America

Paling menyiksa kalau tuan rumahnya adalah negara-negara di belahan benua Amerika. Bisa dibilang kamu akan hanya tidur sangat singkat sebab tidak bisa mencuri waktu istirahat sebelum sholat Subuh. Beda waktu sekitar 12 jam antara Asia dan Amerika membuatmu lanjut nonton bola sampai pagi saatnya ke kantor atau ke sekolah. Parahnya, buat kamu yang benar-benar fanatik kamu akan menonton semua laga penyisihan yang bisa berlangsung seminggu. Buat yang bugar mungkin nggak masalah. Tetapi yang nggak tahan siap-siap aja badan beneran meriang. Tetap sih, kamu akan keras kepala nonton hanya ‘terpaksa’ menjadi lebih selektif.

 

  1. Kantong jebol buat kuota internet

Gara-gara acara TV saat ini yang dikuasai ‘alayers’ dan berisikan ‘gimmick’ artis yang itu-itu saja, siaran bola sekarang semakin jarang. Walhasil, kamu mesti merogoh kocek buat beli kuota internet demi bisa ‘streaming’. Udah gitu, emang dasar jaringan internet di Indonesia yang masih busuk, mau pakai ‘provider’ apa pun tetap saja: LEMOT! Yang ada kamu bakal mencak-mencak pas pemain favoritmu akan nendang eh malah ‘buffering’. Begitu lancar lagi, skor sudah ganti angka.

 

  1. Langganan TV kabel pun bukan solusi paripurna

Aku pikir bisa menyaksikan semua pertandingan Juve setelah langganan si TV Jeruk. Eh ternyata Bein Sports tidak membeli hak siar Coppa Italia. Mau nggak mau aku harus ‘streaming’ atau paling pahitnya adalah mantau skor di Twitter sembari baca kicuan teman-teman Juventini selama laga berlangsung. Kalau memang beneran pengin, bisa ikut acara nonton bareng tetapi harus tahan cuek bertemu wajah-wajah asing di lokasi acara.

 

  1. Paling pusing saat tim tercinta datang ke Jakarta

Bisa menyaksikan secara langsung tim favorit yang selama bertahun-tahun hanya bisa disaksikan melalui layar kaca mendatangkan rasa gembira luar biasa sekaligus pusing bukan kepalang. Momen yang biasanya tak lebih dari tiga hari tersebut akan membuatmu kalang kabut menyusun jadwal kerja, jadwal istirahat, dan yang pasti saldo tabungan. Sementara kamu bisa ngandalin calo buat beli tiket laga, tidak demikian dengan harga tiket ‘meet and greet’. Untuk sesi yang paling diincar ‘fans’ ini, harga tiket melambung dan susah buat nemuin calo yang bisa jual tiket berharga ini. Kecuali kamu artis macam Donna Agnesia atau Tio Nugroho yang mungkin justru ditawarin sesi ini sama EO-nya, kamu yang ‘fans’ biasa saja harus rebutan sama yang lain demi satu dua jepret selfie sama pemain idola. Duh!

Bikin sebel, gemes, badan acakadul, marah tetapi kamu akan tetap setia dengan kebiasaanmu ini entah sampai kapan sebab buatmu ini adalah cara menikmati hidup.

 Terima kasih kepada penyedia gambar:

www.istockphoto.com

wordsonalimb.com

www.claimit.com.my

kritisharmacreations.blogspot.com

citizen6.liputan6.com

msports.net

www.shutterstock.com

 

  • view 526

  • Reza Hayatul
    Reza Hayatul
    2 tahun yang lalu.
    Buakanya di liga Amerika / Copa Amerika mainya pagi, sekitar jam 05.00-08.00 WIB? untungnya gw udah ga pernah nonton bola dini hari, toh klub idola gw gak pernah lagi maen di liga eropa dan gw juga nonton bolanya juga lewat streamingan jarang disiarin di TV lokal or tv kabel nasib fans bola medioker

    • Lihat 5 Respon

  • Anis 
    Anis 
    2 tahun yang lalu.
    saya gak paham soal bola sih, tapi saya suka baca kalimat-kalimat di postingan ini

    *kabuuur

    • Lihat 1 Respon

  • Ariyanisa AZ
    Ariyanisa AZ
    2 tahun yang lalu.
    Dah dah dah... Postingan Mba Eny ini wah.. tampaknya duniamu bener-bener bundar ya, Mba