Hal Paling Edan yang Pernah Aku Lakukan (2)

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Bola
dipublikasikan 25 April 2016
Hal Paling Edan yang Pernah Aku Lakukan (2)

Lanjutan dari Hal Paling Edan yang Pernah Aku Lakukan (1)

Setahun aku memikirkan hal tersebut. Aku mencoba untuk mengurungkan niatku. Aku selalu berdalih macam-macam setiap kali keinginanku bertemu Ale mencuat. Tetapi kamu tahu kan? Suara kecil dari lubuk hati itu bukanlah bisikan setan atau naluri jahat, justru itu adalah suara paling jujur yang harus kamu dengarkan.

Suara itu akan membawamu ke suatu pengalaman dan perjalanan paling berkesan sepanjang hidupmu. Akhirnya, tak kuat meladeni si suara kecil ini, aku kuatkan tekad dan niat ke Sydney. Aku merencanakan semuanya selama sekitar setahun. Mulai dari korespondensi dengan pihak Sydney FC terkait jadwal latihan Ale, persyaratan visa, kartu kredit, mencari tempat penginapan, tiket pesawat, dll.

Mendekati keberangkatan, aku juga mempelajari rute bus di sana, terutama lokasi stadion tempat Ale akan bertanding dan tempat ia berlatih yang sangat jauh dari jantung Sydney. Aku juga sempatkan mencari alamat tempat makan halal di kota tersebut. Jumat pagi, 29 November 2013, akhirnya penantian 13 tahun terbayar. Aku pertama kali melihat wajah Ale dari balkon tempat latihan Sydney FC. Itu pun secara tidak sengaja. Ia melintas hanya beberapa detik.

Lumayan bengong beberapa saat pas menyadari aku baru saja melihat Ale. Kesan pertama yang paling aku ingat adalah rambutnya yang ikal. Antara takjub, kaget dan bingung. Setelah perjalanan yang panjang dan pergulatan batin yang seru, akhirnya aku bertemu dengan orang yang membawaku ke sini. Lebih tepatnya, akhirnya aku bersua dengan orang yang membuatku mengalahkan ketakutan dan kecemasan yang tidak pernah menjadi kenyataan.

Ale pun lalu hilang lagi. Ia kembali masuk ke dalam tempat latihan berlantai dua itu.

Tak berapa lama kemudian, ada cowok Italia yang datang. Rupanya ia juga ingin bertemu Ale. Kami sempat ngobrol sebentar sebelum akhirnya dari kejauhan tampak Ale berjalan agak cepat bergabung dengan rekan setimnya. Hal yang paling membuatku syok adalah Ale tampak kurus. Padahal kalau di TV, dia sepertinya lumayan ‘berisi’. 

Yang aku pelajari juga adalah dia memang pendiam, sangat serius. Ia seperti berkompetisi dengan dirinya sendiri. Ia terlihat cukup galak, profesional dan walau saat itu sudah berumur 39 tahun, ia tampak beberapa tahun lebih muda dari usianya.

Ale adalah sosok yang rendah hati. Walau puluhan ‘fans’ sudah menunggu di pinggir lapangan, ia berlatih seperti biasanya. Ia membuat jarak antara idola dan ‘fans’ seakan tiada. Ia bukanlah tipikal bintang Hollywood yang melambaikan tangan saat melewati karpet merah. Tetapi ia akan memastikan semua suporternya memperoleh apa yang diinginkan. Atmosfir yang terbangun sangatlah hangat, penuh canda dan kekaguman.  

Rasanya luar biasa bahagia saat itu. Tak cuma dapat foto, tanda tangan, atau bilang ‘thank you’ secara langsung, aku juga bisa menyaksikan dia berlatih selama sekitar dua jam. Aku jadi paham seperti apa porsi latihan seorang juara dunia itu. Sensasinya tidak akan pernah cukup kutuangkan ke dalam kata-kata…

Tulisan ini bukan bermaksud pamer atau sombong tetapi justru ingin memotivasi siapa saja yang punya keinginan bertemu idolanya. Kataku sih: kejar dan hajar! Kamu tidak akan pernah tahu betapa lega dan bangganya pernah menaklukkan rasa takutmu demi sesuatu yang kamu yakin akan membuat hidupnya terasa sangat indah sebab aku sudah membuktikannya. Aku tunggu ceritamu ya…


  • Silmi Kaffah
    Silmi Kaffah
    1 tahun yang lalu.
    kerenlah mbaknya, hobinya mahal pulak :"3
    padahal Ale ale banyak banget di Indo
    "porsi latihan seorang juara dunia itu" i get the point, mbak makasiiiiiiihhhhhh bangeeeet . saya jadi tau alasan, bahwa menjadi juara itu yabegitu.

    • Lihat 3 Respon

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    penantian 13 tahun (?)
    kereeen.

    • Lihat 5 Respon

  • Shinta Siluet Hitam Putih
    Shinta Siluet Hitam Putih
    1 tahun yang lalu.
    Aaaahh mbak Eny...andai saya bisa melakukan kegilaan yg sama di old trafford... Huhu...

    • Lihat 1 Respon

  • Ariyanisa AZ
    Ariyanisa AZ
    1 tahun yang lalu.
    Woow.... suka banget sama nekatnya, eh tulisannya mba Eny yg ini... mantop!

    • Lihat 3 Respon

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Inspiratif....#salut