Lima Bahan Sweater Pelindung Tubuh dari Dinginnya Cuaca

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Teknologi
dipublikasikan 21 November 2017
Lima Bahan Sweater Pelindung Tubuh dari Dinginnya Cuaca

Musim hujan banyak menghasilkan angin dan cuaca dingin. Tanpa pelindung lebih, kamu yang memiliki alergi dingin atau tak tahan dengan suhu rendah menusuk, perlu selalu pertimbangkan untuk melapisi tubuhmu agar lebih hangat dan terlindung.  Tentunya kamu nggak ingin membawa selimut besar ke mana pun kamu pergi, kan? Kamu perlu tahu berbagai bahan apa saja yang bisa dijadikan pakaian hangat atau sweater ketika sedang kedinginan di luar rumah berikut ini.

Katun

Bahan satu ini paling familiar untuk dijadikan bahan pakaian, Inspirator. Berasal dari kapas yang merupakan bahan baku penghasil serat tertinggi pada industri tekstil, kain katun yang dibuat untuk menjadi sweater tidak begitu tebal. Meskipun tidak terlalu bisa membuatmu hangat, pecinta fashion sering menumpuk bahan kain katun untuk menjadi sweater tipis ditemani dengan jaket gaya. Bahan kain katun terbanyak berasal dari Benua Amerika, yakni katun Pima.

Wool

Kain wool berasal dari bulu domba, unta, kambing, dan alpaca (sejenis Ilama) lho, Inspirator. Bahan dari bulu hewan-hewan tersebut yang banyak dijadikan kain wool sudah ada sejak 8000 SM dan bisa dijadikan bahan tenun atau rajut. Perlu diketahui, kain wool terdiri lebih dari 20 asam amino pembentuk polimer protein bahkan mengandung sejumlah kecil kalsium, sodium, dan lemak. Sehingga kain wool memiliki tekstur unik serta tebal, mampu menjaga kelembaban, tahan debu hingga api, dan dapat dipakai tujuh turunan nih karena saking awetnya. Ada dua jenis wool bernama merino dan Donegal, Inspirator.

Fleece

Mungkin kamu baru pernah dengar nama bahan yang satu ini ya. Namun, kamu pasti punya jaket atau sweater berbahan fleece. Pasalnya, banyak bahan penghangat tubuh berasal dari bahan berkarakteristik hangat, sedikit berbulu, dan ringan, seperti pada jaket olahraga yang berjenis fleece polyester. Walau begitu, banyak kain fleece terbuat dari campuran kain katun dan wool, selain dari bahan sintetis. Jenis kain ini terdiri dari cotton fleece, polar fleece, polyester fleece, dan cvc fleece.

Cashmere

Seperti kain wool, kain Cashmere atau Kasmir terbuat dari bulu domba atau kambing. Nama kain ini berasal dari salah satu dataran tinggi di India yang diperkenalkan pada abad ke-15 oleh penguasa Kasmir saat itu, Zayn-un-Abidin. Bahan kain kasmir untuk dijadikan sweater tidak hanya hangat tetapi juga mewah dan lembut, Inspirator. Sebab itu juga kain ini memerlukan perlakuan spesial dalam perawatannya, yakni tidak boleh diperas dan dimasukkan ke mesin pengering.

Suede

Siapa tak tahu bahan suede? Bahan ini familiar digunakan pada sepatu atau produk fesyen lain, tidak hanya sweater. Mirip seperti bahan kulit, suede juga berasal dari kulit hewan atau kulit sintetis. Hanya saja, kulit biasa menggunakan kulit hewan bagian luar sedangkan kulit suede menggunakan kulit hewan bagian dalam, Inspirator. Uniknya, ketika “digaruk”, bahan suede ini akan menimbulkan garis garukan. Sehingga perawatannya juga memerlukan kekhususan tertentu.
 
 
 




 
*Dikutip dari berbagai sumber.
 
 

  • view 98