Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Enterpreneurship 15 November 2017   18:57 WIB
Menjamah Seluruh Pelanggan dengan 4 Sentuhan Emotional Branding

Sisi emosional seseorang yang tersentuh oleh sesuatu selalu bisa menggerakkan dirinya untuk berbuat bebagai macam hal tidak terduga. Seperti ketika seseorang ditikung oleh temannya sendiri, pasangannya diambil orang, si empunya pasangan pasti emosi dan rela melakukan apapun meski tindakannya di luar akal sehat, bukan? Biasanya. Hal itu menurut fisiologis asal Amerika, Walter Cannon, sebenarnya wajar karena manusia memiliki respon fight or flight ketika dihadapkan pada sesuatu. Akhirnya, untuk merespon suatu stressor emosi yang telah tersentuh, terkadang manusia bisa bertindak di luar kendali. Berkaca dari pengalaman manusiawi tersebut, memperkuat merek produk andalanmu di dunia bisnis pun bisa menggunakan unsur emosional itu, Inspirator. Bagaimana caranya?

Tinggalkan yang Biasa

Siapa akan melirik sesuatu yang biasa-biasa saja? Ah, pasti ada meski sedikit. Membuat merekmu sangat bold dan kental dengan hal-hal yang sangat “kamu banget” bisa menjadi salah satu cara menyasar pasar bisnis tertentu, lho. Terutama dengan menguatkan lima indera utama calon target pasarmu, yakni penglihatan (visual), pendengaran (audio), penghidu (menghidu aroma jika produk andalanmu adalah makanan atau minuman), pengecap (untuk merasakan makanan), dan perasa (sentuhan). Menurut Marc Gobé, dalam buku berjudul Emotional Branding – The New Paradigm for Connecting Brands to People, indera sensori manusia dapat membuat calon pelanggan tak mampu berpaling sedetikpun jika mereka sudah dibuat terperangah oleh produkmu.

Memancing Imajinasi

Ingat urusan tikung-menikung pasangan? Kebanyakan orang mudah tersulut emosinya ketika “melihat” sesuatu yang sepertinya baik atau buruk. Walau realitanya terkadang tidak seperti apa yang dibayangkan. Begitu juga dengan ilustrasi dan iklan berbentuk visual. Bagi pengusaha makanan atau kosmetik yang membuat iklan, hampir 100%-nya menggunakan efek berlebihan dibandingkan dengan aslinya. Mereka ingin mengeluarkan kekuatan visual dan imajinasi calon pembelinya, Inspirator. Hal ini, menurut Marc Gobé, merupakan salah satu cara emotional packaging atau emotional advertising pada sebuah produk.

Datangkan Konflik

Eits, tunggu dulu, Inspirator. Ini bukan seperti konflik fisik pada film laga. Konflik yang dimaksud adalah konflik emosional tentunya. Semisal dalam sebuah promosi ada isu diri kita di masa lalu dengan kondisi kita saat ini, ada perbedaan kontras yang diangkat, maka akan mudah memunculkan efek emosional tersendiri bagi calon pelanggan. Dengan begitu ada beberapa nilai tertanam dalam pikiran konsumen dan membuatnya merasa butuh pada apa yang kamu tawarkan, Inspirator.

Permudah Mereka

Respon fight or flight dapat membuat seseorang berpikir dua kali jika cara mendapatkan apa yang mereka inginkan sangat sulit. Terlebih jika produk yang kamu tawarkan belum benar-benar mereka butuhkan. Seandainya kamu sudah memiliki rencana untuk membuat calon pembeli mudah mendapatkan apa yang kamu promosikan, lakukanlah. Berbagai macam metode yang telah terpikirkan sebaiknya disampaikan pada calon pelanggan agar ia segera menjadi pelangganmu, Inspirator.
 



 
 
 
*Dikutip dari berbagai sumber.

Karya : Inspirasi Entrepreneurship