Wajib Tahu: Bahan Pembuat Parfum Paling Dicari Selain Ambergris

Wajib Tahu: Bahan Pembuat Parfum Paling Dicari Selain Ambergris

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Teknologi
dipublikasikan 15 November 2017
Wajib Tahu: Bahan Pembuat Parfum Paling Dicari Selain Ambergris

Parfum, yang berasal dari bahasa latin per dan fume, merupakan satu hal tak terpisahkan dalam hidup manusia sejak tahun 1000 masehi. Meskipun beberapa orang memilih tidak menyemprotkan wewangian tambahan pada tubuhnya karena telah cukup menggunakan parfum dari sabun mandi, banyak orang masih bergantung pada satu cairan harum ini, Inspirator.

Bahan pembuatnya umumnya terbuat dari bahan alami dan sintetik. Bahan alami yang berasal dari hewan serta tumbuhanlah yang sering dicari karena aroma khasnya sedikit berbeda dibandingkan dengan versi sintetis. Ditambah lagi, sumber wewangiannya dari makhluk hidup yang tidak bisa diambil dengan mudah tanpa memikirkan tumbuh dan kembang biak mereka. Apa saja sumber wewangian tersebut?

Ambergris

Bahan wewangian terkenal yang diduga kuat berasal dari muntahan tubuh yang keluar melalui mulut atau anus paus sperma (Physeter macrocephalus) ini dicari oleh banyak kolektor. Sebab, selain perlu dicerna oleh sang paus dalam waktu cukup lama setelah ia memakan cumi-cumi, udang, maupun zat asing lain dalam tubuhnya, aroma alami dari zat sisa paus sperma tersebut seperti aroma musk atau kesturi. Sesaat setelah keluar, zat sisa yang dinamakan ambergris ini mengambang dan berwarna hitam gelap. Hanya saja, beberapa lama kemudian, warnanya berubah menjadi putih agak silver lalu memunculkan aroma khas tersebut.

Civet

Mirip dengan kucing liar, bagian tubuh civet (musang) bisa menghasilkan wewangian parfum yang sangat unik. Selain unik, harganya juga selangit. Padahal, aroma yang keluar dari kelenjarnya sangat bau dan tajam, Inspirator. Menariknya dari aroma civet ini adalah ketika diencerkan dengan alkohol, aromanya menjadi seperti lebih halus, terpancar seperti wewangian dari bunga. Parfum dari civet asli berbeda dengan versi sintetisnya, yang asli wanginya lebih kompleks dan natural. Mau coba?

Castoreum

Pernah mendengar bahan ini? Bagi kamu yang sering menggunakan pakaian atau sepatu kulit pasti familiar dengan aroma castoreum. Pasalnya seringkali castoreum digunakan untuk menyempurnakan penyamakan kulit. Sayangnya, castoreum, yang berasal dari kelenjar tubuh berang-berang, hanya bisa didapatkan setelah mematikan si cerdik inspirasi dari pembangunan bendungan, Inspirator. Sebab fungsi kelenjar tersebut untuk membuat bulunya terlindungi di berbagai cuaca. Tanpa kelenjarnya ia tidak bisa hidup. Sedih lho kalau penunjang hidupnya diambil secara paksa, Inspirator.

Hyraceum

Wewangian hyraceum, atau batu Afrika, juga didapatkan dari hewan, nih, Inspirator. Berasal dari kotoran Hyrax (Procavia capensis) atau tikus Afrika yang sering ditemukan di Afrika Selatan, wewangian ini tidak membunuh spesiesnya satupun untuk mendapatkan bahan pembuat parfum. Namun, harga parfum dari Hyrax ini juga mahal karena dibutuhkan ratusan tahun agar kotoran Hyrax bisa membatu dan berwarna kecoklatan. Setelah itu, keluarlah aroma kompleks seperti fermentasi aroma yang berasal dari musang dan castoreum. Ada yang pernah mencoba aroma kotoran yang terpendam selama ratusan tahun?

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 379