Merayakan Hari Kebaikan; Manfaatnya Cukup Klise. But, it Works

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 13 November 2017
Merayakan Hari Kebaikan; Manfaatnya Cukup Klise. But, it Works

Hari Kebaikan dirayakan setiap tanggal 13 November setiap tahunnya oleh warga dunia. Berawal dari adanya konferensi World Kindness Movement pada tahun 1998 yang diadakan di Tokyo, Jepang, hari kebaikan bukan sekadar ada untuk mengingatkan betapa perlu berbuat baik dilakukan, Inspirator. Namun berdasarkan konferensi tersebut, tujuannya lebih dari itu, yakni menembus batas-batas perbedaan antar manusia demi menciptakan perdamaian dari perbedaan yang ada.

Terdengar klise ya. Akan tetapi, disadari atau tidak, di luar lingkup kecil kehidupan yang kita lihat sehari-hari, bad things masih banyak terjadi, lho. Sehingga, tak hanya membuat world as a better place to live, kebaikan-kebaikanmu di hari kebaikan, atau sudah kamu lakukan setiap hari, memiliki beberapa manfaat yang juga sudah dibuktikan oleh beberapa penelitian ilmiah. Simak apa saja manfaatnya berikut ini, ya, dinukil dari Random Acts of Kindness.

Bahagia

Sebuah penelitian Harvard Business School pada sampel diambil dari 136 negara menemukan bahwa orang-orang dermawan lebih bahagia dibandingkan dengan mereka yang sedikit menderma dalam hidupnya. Mengapa? Berkebalikan dengan tensi (tekanan darah) tinggi saat kita marah, seiring dengan perilaku derma, otak memproduksi hormon oksitosin dan serotonin yang akan menurunkan tekanan darah serta menenangkanmu. Makanya, orang yang sering marah-marah, sering di ejek akan terkena darah tinggi, kan? Hihi. Jangan lupa bahagia, Inspirator.

Lupa Masalah Diri Sendiri

Selain diproduksinya hormon cinta atau oksitosin oleh otak, pusat pengendali kesenangan dan respon atas penghargaan dari orang lain di dalam diri kita di otak menyala saat dideteksi oleh peneliti dari Emory University. Sebutan dari fenomena ini adalah Helper’s High. Salah satu efek dari fenomena tersebut, menurut Psychology Today, kita bisa melupakan sejenak masalah yang sedang menimpa diri kita karena melihat orang lain bahagia. Perihal itu sangat membantu kita berpikir jernih dalam menghadapi masalah, lho. Pasalnya ada jeda antara respon amarah atau emosi negatif ketika sedang tertimpa masalah dan pengambilan keputusan, yang akan membuatmu menyesal di kemudian hari jika kamu terburu-buru memutuskan, Inspirator.  

Menambah Energi

Kalau kamu merasa lebih bersemangat setelah berbuat baik dari hati yang tulus, itu berarti kamu sudah merasakan manfaat langsung dari kebaikan yang telah kamu lakukan lho. Menurut Christine Carter dari Greater Good Science Center, kamu akan merasa lebih kuat dan siap menghadapi hari-hari ke depan walaupun berat. Itu karena kamu sudah berbagi dengan orang lain menggunakan apa yang kamu punya, Inspirator. Mereka yang merasa terbantu pun akan sebisa mungkin memenuhi kebutuhanmu. That’s what normal-good people do.

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 73