Tujuh Poster Representasi Obesitas Paling Konyol dan Kena Banget

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Kesehatan
dipublikasikan 07 November 2017
Tujuh Poster Representasi Obesitas Paling Konyol dan Kena Banget

Obesitas (kelebihan berat badan) sering menjadi perdebatan ketika seseorang didefinisikan cantik atau tampan. Katanya, untuk mendapatkan status rupawan, seseorang harus terlihat memiliki tubuh langsing dengan sedikit lemak. Masyarakat sering menyebut tubuh tersebut sebagai kondisi tubuh paling ideal. Nyatanya, kondisi tubuh masing-masing orang berbeda, Inspirator. Normal atau tidaknya tubuh seseorang, salah satunya, perlu dilihat melalui pengukuran indeks massa tubuh atau IMT (dalam Bahasa Inggris: body mass index atau BMI) seseorang.


Kategori

Perempuan

Laki-Laki

Kurus

< 17 Kg/m2

< 18 Kg/m2

Normal

17-23 Kg/m2

18-25 Kg/m2

Gemuk

23-27 Kg/m2

25-27 Kg/m2

Obesitas

> 27 Kg/m2

> 27 Kg/m2

(Sumber: Departemen Kesehatan, 2003)

Kalau kamu sudah menghitung berat badanmu dan menghasilkan IMT yang mengarah pada obesitas, sebaiknya kamu pertimbangkan untuk menjaga pola makan serta rajin berolah raga, Inspirator. Jika belum ingin, coba lihat beberapa poster di bawah ini ya. Semoga bisa mengubah pikiranmu untuk lebih menjaga kesehatan agar memiliki hidup yang lebih produktif.

Buat kamu yang senang cemal-cemil unyu. Ingat, makananmu harus bisa kamu kontrol, bukan kamu yang dikontrol oleh makanan, Inspirator. Terlalu banyak mengonsumsi gula, kue, manisan, dan berbagai bentuk karbohidrat lain (seperti nasi, roti, mie) akan membuat semua makanan itu langsung menumpuk di dalam perutmu. Kamu bukan kue bolu, kan?

Menurut Direktorat Bina Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, kelebihan konsumsi lemak berbentuk mentega, gorengan, daging, dan jeroan akan membuat IMT tubuhmu naik. Sehingga, gelambir pada beberapa bagian tubuh akan muncul karena tubuhmu sebenarnya tidak membutuhkan kelebihan lemak itu untuk bertahan hidup, Inspirator. Percayalah kamu ditakdirkan untuk menjadi manusia seutuhnya, bukan kasur air karena pola hidupmu nggak karuan. Hehe.

Kenaikan IMT tanpa mengeluarkannya melalui gerakan fisik rutin seperti olahraga akan membuatmu terkena serangan jantung, hipertensi, kolesterol, diabetes, dan penyakit sampingan lain. Penyakit-penyakit itu membunuhmu secara perlahan. Do you believe that? Coba lihat riset-riset terpercaya, Inspirator.

 

Mungkinkah tubuhmu akan meledak ketika terlalu banyak kelebihan makan lemak dan karbohidrat?

Sangat mungkin, Inspirator. Ledakannya tidak seperti bom yang akan mencacah bagian tubuhmu menjadi potongan-potonngan kecil. Namun, akan membuatmu terkena berbagai macam penyakit. Seperti bom waktu yang siap meledak, seketika penyakit-penyakit tersebut siap membunuhmu kapan saja lho.

Kebiasaan makan yang membawa seseorang pada obesitas akan sulit untuk dikendalikan, Inspirator. Jika sedari kecil ia tidak diberikan pengetahuan betapa pentingnya menjaga berat badan ideal untuk dirinya sendiri, bukan untuk kepuasan orang lain. Oleh karenanya, selain memperhatikan pola makan lakukan olahraga dan beraktivitas fisik sebanyak mungkin ya!

 

Kami tahu, kamu akan berusaha melawan obesitas dan risiko yang menghantuinya di belakang. Bila kamu mendengar provokasi ringan temanmu yang akan membuatmu berhenti menjalani pola hidup sehat, seperti olahraga di gym terstigma hanya untuk para LGBTQ, hmm, mungkin mereka belum pernah melihat LGBTQ dengan obesitas dan pola hidup tak sehat, ya?

Tetap lakukan yang terbaik untuk kesehatanmu, Inspirator!






*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 150

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    2 bulan yang lalu.
    Banyak orang yang meremehkan kesehatannya termasuk dalam pola makan dan hidup sehat, di era milenial saat ini. Sangat mengerikan melihat sebagian orang lebih senang makan-makanan yang berlemak bukan lagi mengandung karbohidrat. Seperti muffin man dimana tubuh kita sulit mengontrol makanan. Kita perlu menjaga pola makan agar tetap sesuai dengan kecukupan gizi yang dikandung. Mau punya tubuh ideal saja susah apalagi gemuk. Sooooo...syukuri tubuh kita biar bagaimanapun ada saatnya gemuk ada saatnya kurus, dan adapula saatnya kita berubah langsing bahkaan berkerut seiring bertambahnya usia.

  • Anis 
    Anis 
    2 bulan yang lalu.
    awalnya pengen milih bom-perut-meledak, tapi ternyata Muffin Man lebih ngena
    why? karena penampakannya lebih berasa. mau makan banyak tapi kalo jadinya tampilan fisik 'menggoda' macam gitu kan gaenak juga dipandang. *halah

  • Mochamad Syahrizal
    Mochamad Syahrizal
    2 bulan yang lalu.
    Kalau kasus saya, kepala yang besar, tapi badan saya biasa saja. Mungkin bukan jadi "Muffin Man" lagi, tapi "The Pentol Korek Api Man"?