Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesehatan 7 November 2017   11:42 WIB
Tujuh Poster Representasi Obesitas Paling Konyol dan Kena Banget

Obesitas (kelebihan berat badan) sering menjadi perdebatan ketika seseorang didefinisikan cantik atau tampan. Katanya, untuk mendapatkan status rupawan, seseorang harus terlihat memiliki tubuh langsing dengan sedikit lemak. Masyarakat sering menyebut tubuh tersebut sebagai kondisi tubuh paling ideal. Nyatanya, kondisi tubuh masing-masing orang berbeda, Inspirator. Normal atau tidaknya tubuh seseorang, salah satunya, perlu dilihat melalui pengukuran indeks massa tubuh atau IMT (dalam Bahasa Inggris: body mass index atau BMI) seseorang.


Kategori

Perempuan

Laki-Laki

Kurus

< 17 Kg/m2

< 18 Kg/m2

Normal

17-23 Kg/m2

18-25 Kg/m2

Gemuk

23-27 Kg/m2

25-27 Kg/m2

Obesitas

> 27 Kg/m2

> 27 Kg/m2

(Sumber: Departemen Kesehatan, 2003)

Kalau kamu sudah menghitung berat badanmu dan menghasilkan IMT yang mengarah pada obesitas, sebaiknya kamu pertimbangkan untuk menjaga pola makan serta rajin berolah raga, Inspirator. Jika belum ingin, coba lihat beberapa poster di bawah ini ya. Semoga bisa mengubah pikiranmu untuk lebih menjaga kesehatan agar memiliki hidup yang lebih produktif.

Buat kamu yang senang cemal-cemil unyu. Ingat, makananmu harus bisa kamu kontrol, bukan kamu yang dikontrol oleh makanan, Inspirator. Terlalu banyak mengonsumsi gula, kue, manisan, dan berbagai bentuk karbohidrat lain (seperti nasi, roti, mie) akan membuat semua makanan itu langsung menumpuk di dalam perutmu. Kamu bukan kue bolu, kan?

Menurut Direktorat Bina Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, kelebihan konsumsi lemak berbentuk mentega, gorengan, daging, dan jeroan akan membuat IMT tubuhmu naik. Sehingga, gelambir pada beberapa bagian tubuh akan muncul karena tubuhmu sebenarnya tidak membutuhkan kelebihan lemak itu untuk bertahan hidup, Inspirator. Percayalah kamu ditakdirkan untuk menjadi manusia seutuhnya, bukan kasur air karena pola hidupmu nggak karuan. Hehe.

Kenaikan IMT tanpa mengeluarkannya melalui gerakan fisik rutin seperti olahraga akan membuatmu terkena serangan jantung, hipertensi, kolesterol, diabetes, dan penyakit sampingan lain. Penyakit-penyakit itu membunuhmu secara perlahan. Do you believe that? Coba lihat riset-riset terpercaya, Inspirator.

 

Mungkinkah tubuhmu akan meledak ketika terlalu banyak kelebihan makan lemak dan karbohidrat?

Sangat mungkin, Inspirator. Ledakannya tidak seperti bom yang akan mencacah bagian tubuhmu menjadi potongan-potonngan kecil. Namun, akan membuatmu terkena berbagai macam penyakit. Seperti bom waktu yang siap meledak, seketika penyakit-penyakit tersebut siap membunuhmu kapan saja lho.

Kebiasaan makan yang membawa seseorang pada obesitas akan sulit untuk dikendalikan, Inspirator. Jika sedari kecil ia tidak diberikan pengetahuan betapa pentingnya menjaga berat badan ideal untuk dirinya sendiri, bukan untuk kepuasan orang lain. Oleh karenanya, selain memperhatikan pola makan lakukan olahraga dan beraktivitas fisik sebanyak mungkin ya!

 

Kami tahu, kamu akan berusaha melawan obesitas dan risiko yang menghantuinya di belakang. Bila kamu mendengar provokasi ringan temanmu yang akan membuatmu berhenti menjalani pola hidup sehat, seperti olahraga di gym terstigma hanya untuk para LGBTQ, hmm, mungkin mereka belum pernah melihat LGBTQ dengan obesitas dan pola hidup tak sehat, ya?

Tetap lakukan yang terbaik untuk kesehatanmu, Inspirator!






*Dikutip dari berbagai sumber.

Karya : Inspirasi Entrepreneurship