Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Enterpreneurship 6 November 2017   10:28 WIB
Empat Refleksi Mengapa Startup-mu Belum Dicari Banyak Orang

Para pemuda-pemudi beramai-ramai meluncurkan ide untuk memperbaiki kehidupan banyak orang. Biasanya gagasan mereka diturunkan dalam bentuk yang lebih konkret yaitu bisnis start-up. Sembari menyempurnakan buah pikiran, mereka mencari kebutuhan masyarakat yang bisa mereka penuhi. Meskipun terkadang ide-ide tersebut belum sesuai dengan target pasar sehingga membuat perjalanan start-up terasa seperti jalan di tempat. Selain ketidaksesuaian dengan kebutuhan pasar, apalagi kiranya yang membuat beberapa bisnis start-up belum heboh dicari-cari pelanggannya? Simak beberapa refleksi yang terinspirasi dari Entrepreneur berikut ini ya, Inspirator.

Bagaimana Cara Promosinya?

Banyak lho cara promosi yang bisa dilakukan oleh kalian para pendiri start-up, seperti menggunakan kanal iklan sosial media berbayar seperti pada Facebook, Instagram, atau E-mail. Hanya saja tidak semua sektor bisnis start-up cocok dipromosikan melalui kanal tersebut. Bila salah satu cara pernah dilakukan namun belum berhasil mungkin karena belum sesuai cara promosi dengan target pasar.

Siapa Orang yang Mempromosikan?

Melakukan cara promosi dengan menaruh iklan berarti kamu mempercayakan sistem untuk bekerja mencari pelanggan. Pastikan kamu, pebisnis start-up, tidak serta-merta bergantung dengan satu upaya promosi, Inspirator. Latih juga promotor dan marketermu untuk piawai dan selalu bersemangat mengelola pasar.

Sudah Berorientasi Pelanggan?

Kamu mungkin lebih tahu siapa target pasarmu. Jika belum, itu bisa menjadi salah satu refleksi mengapa pelanggan belum ketagihan mencari apa yang kamu tawarkan, Inspirator. Ketika perusahaanmu belum menganggap pelanggan adalah segalanya, hal ini bisa terlihat dari masing-masing pekerjamu, kamu akan kesulitan untuk mendapatkan kepuasan pelanggan atau pengalaman pelanggan yang berpeluang memiliki prospek di masa depan.  

Harganya Sudah Cocok?

Start-up yang memberikan harga terbaik bagi pelanggan umumnya sangat dipertimbangkan oleh pasar. Apakah harga produkmu sudah masuk akal dengan semua penawaranmu pada pelanggan? Strategi ini sangat perlu masuk pertimbangan matang, lho. Terutama bila start-up milikmu masuk ke arena pertarungan dengan lawan-lawan profesional. Adakah nilai lebih yang bisa kamu tawarkan tetapi tidak bisa ditolak oleh pelanggan?
 
 
 
 

*Dikutip dari berbagai sumber.

Karya : Inspirasi Entrepreneurship