Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Enterpreneurship 3 November 2017   16:42 WIB
Ingin Membuka Usaha SPBU? Kamu Butuh Ini

Stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) merupakan salah satu bisnis yang selama ini dianggap mampu meraup untung besar. Tidak mengherankan, karena setiap hari ribuan kendaraan bisa mengisi bahan bakarnya di satu SPBU untuk berkendara keliling kota maupun luar kota. Hanya dengan keuntungan berkisar 200-300 rupiah per liter bahan bakar pun kamu akan mendapatkan keuntungan bersih puluhan juta rupiah, jika satu hari terjual puluhan ribu liter. Namun, sebelum membuka stasiun pengisian bahan bakar umum tersebut kamu memerlukan beberapa persiapan berikut ini.

Memahami Persyaratan Administrasi
Umumnya, persyaratan untuk mengajukan kepemilikan stasiun bahan bakar untuk umum ini berbentuk kemitraan seperti waralaba. Jika waralaba industri ritel bisa dijalankan secara personal, konsep “waralaba” dalam kepemilikan SPBU hanya bisa dilakukan oleh korporasi berbentuk badan hukum (PT, CV, koperasi, yayasan, usaha dagang, dan perusahaan dagang). Berkas administratif yang dibutuhkan biasanya berupa data perusahaanmu (Akte, SIUP, TDP, rekening koran satu tahun terakhir), data pribadi (KTP, NPWP), dan lokasi SPBU-mu nanti berada.

Lokasi SPBU
Sebelum mengajukan kemitraan dengan perusahaan energi untuk membuka SPBU, kamu membutuhkan lokasi terbaik yang sesuai dengan standar perusahaan energi tujuanmu. Biasanya kriteria lokasi satu perusahaan bisa berbeda dengan perusahaan lainnya, semisal perusahaan BUMN dengan perusahaan swasta. Namun, klasifikasi SPBU dibagi berdasarkan kelas tertentu berdasarkan luas lokasi yang sudah kamu miliki. Tentunya, lokasi ini bisa kamu dapatkan dari bangunan sewaan atau lahan kosong, yang kelengkapan sarana dan prasarananya perlu kamu lengkapi sebelum mengajukan kemitraan.

Sarana Prasarana
Selain lokasi sesuai standar desain dan arsitekur tersendiri dari perusahaan yang hendak kamu ajak bermitra, kelengkapan saranya prasarana dari lokasi tersebut juga perlu diperhatikan, Inspirator. Semisal instalasi pengolahan limbah, sistem pemadam kebakaran, instalasi sumur pantau dan saluran, sistem keamanan serta sensor, instalasi listrik juga air, dan fasilitas umum lain seperti lahan parkir, toilet, dan tempat ibadah.

Jika semuanya telah kamu siapkan dengan matang, tidak perlu takut untuk mengajukan permohonan ini, Inspirator. Sebab, dengan modal yang tak sampai miliaran rupiah (sekitar 75 juta rupiah atau sesuai paket yang ditawarkan perusahaan energi tersebut), kamu sudah bisa memiliki satu pom bensin. Tentunya setelah melengkapi persyaratan di atas dengan teliti.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

Karya : Inspirasi Entrepreneurship