Ada Manfaat Kenaikan Gaji, Kamu Setuju Tidak?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 02 November 2017
Ada Manfaat Kenaikan Gaji, Kamu Setuju Tidak?

Tidak dipungkiri, tujuan banyak orang bekerja adalah ingin mendapatkan gaji. Meski tidak semua orang hanya berorientasi terhadap gaji semata, seperti mengasah kemampuan, meningkatkan pengetahuan, hingga mendapatkan pengakuan. Bagi seseorang yang sangat menghitung keluarnya tenaga, waktu, dan pikirannya untuk bekerja, ia pasti menginginkan timbal balik serupa, yaitu penghargaan dan kelayakan gaji. Menurut Peterson Institute for International Economics, ada beberapa hal mendasar yang perlu dipertimbangkan oleh pemilik perusahaan atau pebisnis dalam mengelola pekerjanya. Apa saja? Simak ya!

Menghindari Dampak Buruk Kurang Gaji
Kurang gaji ditambah dengan banyaknya tumpukan pekerjaan membawa seseorang kepada tekanan atau stres terus menerus. Parahnya, menurut Sendhil Mullainathan dan Eldar Shafir, ketika seorang pekerja tertekan karena pekerjaan dan kekurangan gaji, ia akan bertindak lebih kompulsif serta tidak pantas. Dalam artian mereka tergolong gagal mengendalikan diri juga emosinya, Inspirator. Sebab gaji yang layak atau mencukupi kebutuhan pekerjanya akan membuat dirinya memiliki stamina yang lebih, produktivitas tinggi, dan jarang sakit. Walaupun, bila gaji sudah dinaikkan dan barang-barang kebutuhan tetap mahal, kebutuhan pekerja pun tidak benar-benar tercukupi.  

Memotivasi Pekerja
Motivasi untuk bekerja lebih giat bisa datang dari mana saja. Namun, kenaikan gaji bisa membuat seorang pekerja berkemauan untuk bekerja lebih keras. Menurut Ernesto Dal Bo, kenaikan gaji menarik pekerja untuk lebih produktif. Ketika seseorang telah termotivasi, pekerjaan apapun akan dikerjakan dengan sangat baik, lebih baik dari sebelum ada kenaikan gaji. Dampak pada kinerja pekerja juga terlihat karena adanya peningkatan kesejahteraan dan kepuasan kerja, Inspirator.

Sedikit Keluar Masuk Pekerja
Ketika seorang pekerja tidak puas dengan pekerjaannya, ia memiliki pilihan untuk tetap bekerja dengan setengah hati atau keluar dari pekerjaannya. Banyak orang cenderung melepaskan pekerjaan yang memuakkan bagi dirinya. Ketika banyak pekerja berhenti kerja, perusahaan membutuhkan pekerja pengganti dengan melakukan proses rekrutmen baru dan banyak mengeluarkan biaya tambahan. Dengan menjaga pekerja sebaik-baiknya, semisal memberi kenaikan gaji, penghargaan setinggi-tingginya, atau memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, biaya rekrut pekerja baru, pelatihan baru, dan lainnya akan berkurang.
 
 
 
 




*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 91