Bagaimana Jika Sistem Pendidikan di Finlandia Ini Diadaptasi Indonesia?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Renungan
dipublikasikan 01 November 2017
Bagaimana Jika Sistem Pendidikan di Finlandia Ini Diadaptasi Indonesia?

Pendidikan anak merupakan salah satu permasalahan krusial bagi masyarakat. Semua akan berpikir akhir dunia ketika setiap anak tidak mendapatkan transfer ilmu yang layak. Namun, tidak hanya menyalurkan, pendidikan bukan sebuah ajang formalitas untuk memperbaiki masalah-masalah sosial-kemasyarakatan semata. Terutama ketika melakukan pendidikan yang sangat menekan murid. Ada beberapa hal berikut ini yang perlu dipertimbangkan kembali pada sistem pendidikan anak-anak di Indonesia. Apa saja?

Mengoreksi Kesalahan Hanya pada Orang Dewasa
Anak-anak di sekolah dasar hingga awal sekolah menengah pertama tidak mendapatkan pembenaran dari guru setelah ia membuat kesalahan ketika mengerjakan berbagai soal pelajaran. Di kelas 3 hingga 7, seorang guru hanya mengoreksi kesalahan murid dengan memotivasi muridnya untuk belajar lebih giat lagi di bab khusus sebuah mata pelajaran yang sedang ia pelajari. Meski terlihat tidak dipedulikan, pola komunikasi guru dan murid terjalin dua arah setelah guru sangat mengerti kekurangan dari anak didiknya.

Waktu Istirahat Panjang
Lelah dengan jam belajar dengan jeda waktu istirahat sedikit membuat anak-anak sulit untuk menyerap pelajaran menggunakan kondisi paling prima. Di Indonesia, jam istirahat seorang murid hanya sekitar 15 hingga 25 menit setelah belajar 90 menit pelajaran. Berbeda dengan di Finlandia yang menggunakan metode belajar dengan waktu istirahat paling lama di dunia, yaitu 15 menit istirahat setiap 45 menit belajar. Waktu tersebut membuat anak dapat mencerna pelajarannya dan menambah waktu interaksi dengan lingkungannya.

Sekolah adalah Rumah Kedua
Idiom sekolah seperti rumah kedua seringkali diartikan negatif oleh banyak orang. Pasalnya, jam belajar anak di sekolah sangat panjang untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan wajib dan umum sesuai kurikulum. Minim pengajaran moral dasar yang baik bagi pondasi seorang anak sebelum ia mengampu ilmu terbaiknya setelah mengenyam pendidikan. Di Finlandia, anak-anak diajarkan menerima pendidikan utuh sesuai kebutuhannya, yakni menjadi anak yang bahagia. Karena selain diajari ilmu dasar, mereka belajar beradaptasi untuk hidup di dunia sesungguhnya dan mencintai pendidikan termasuk banyak ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat.
 
 
 

 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 38