Memahami Industri Retail, Menghindari Kebangkrutan

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 26 Oktober 2017
Memahami Industri Retail, Menghindari Kebangkrutan

Banyak toko konvensional tergantikan dengan toko online. Tepatnya toko konvensional yang bergerak untuk industri ritel. Menurut The Balance, industri ritel merupakan sektor ekonomi yang lebih banyak menjual produk jadi kepada konsumen. Artinya, konsumen bisa langsung menggunakan atau mengonsumsi sesuatu tersebut sesaat setelah ia beli.

Bermacam-macam toko ritel ini bisa kamu temui setiap hari mulai dari toko ritel konvensional (toko kelontong), toko ritel modern (swalayan), hingga toko ritel online yang getol menggencarkan promosinya tiap kamu membuka gawai. Jenis usaha ritel juga bervariasi, Inspirator. Adalah food retailer, semisal supermarket, hypermart, dan convenience store penjual makanan-minuman; general merchandise retailer (department store); maupun non-store retailer (E-commerce) yang menjadi warna-warni industri retail.

Beberapa toko ritel modern gulung tikar disebabkan oleh daya beli masyarakat kelas menengah atas yang beralih pada toko ritel daring. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Tutum Rahanta, industri ritel konvensional, seperti pasar dengan jenis food retailer, yang menguasai bidang makanan sehari-hari masih memiliki pangsa pasar kuat dibandingkan dengan industri ritel department store. Sebab, industri ritel makanan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dibandingkan industri ritel lain, seperti elektronik atau fashion yang memangsa pasar kelas menengah atas.

Kebangkrutan industri ritel yang menutup gerainya diduga tak hanya ditenggarai oleh kehadiran toko online, Inspirator. Namun, seperti lazimnya kebangkrutan, kondisi tersebut disebabkan oleh gagalnya persaingan antar penjual dan berkurangnya pembeli. Dilansir dari Forbes, alasan terbesar kebangkrutan beberapa industri ritel yang telah disebutkan terjadi karena perbedaan kebutuhan konsumen.

Dahulu, konsumen menginginkan (lalu akhirnya membutuhkan) produk untuk meningkatkan gengsi, menunjukkan status, dan setara dengan orang lain dengan membeli produk bermerek dari luar negeri. Sedangkan sekarang, kecenderungan konsumen memilih produk lokal, otentik, dan berbeda dari produk mainstream yang banyak dijual di pasaran. Perbedaan generasi menjadi alasan selera pasar hari ini dengan hari kemarin, Inspirator. Oleh karena itu, kenali target pasar berdasarkan informasi terkini ya!
 


 
 
 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 54

  • Mochamad Syahrizal
    Mochamad Syahrizal
    11 hari yang lalu.
    Tapi menurut survey saya, orang-orang masih banyak kok yang masih datang ke toko-toko, soalnya feel belanja di toko itu masih punya kesan tersendiri bagi beberapa kalangan. Ibaratnya kayak "Kenapa orang masih ada yang membeli buku setelah banyaknya ebook?", Yap "Feel" nya beda.

    • Lihat 1 Respon