Ketahui 4 Fakta Hewan Tapir yang Hampir Punah Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 Oktober 2017
Ketahui 4 Fakta Hewan Tapir yang Hampir Punah Ini

Kelahiran bayi Tapir, satwa endangered menurut klasifikasi IUCN, sangat dinanti-nanti. Hewan langka mirip babi hutan, gajah, dan badak yang disatukan dalam satu tubuh ini hanya memiliki empat spesies di wilayah benua Amerika dan Asia. Spesiesnya terdiri dari Tapirus indicus (Tapir Asia), Tapirus terrestris (Tapir Brazil), Tapirus pinchaque (Tapir Gunung), Tapirus bairdii (Tapir Amerika). Selain itu, ada empat fakta tentang Tapir yang perlu kamu tahu, Inspirator. Simak tulisan berikut ini ya!

Tubuh Tapir
Tapir terlihat seperti babi hutan sebab rata-rata Tapir berkulit cokelat dan gelap dengan sedikit warna terang. Warna kulit berbeda antara Tapir dewasa, berkulit separuh hitam dengan putih (khusus Tapir Asia), dan bayi Tapir, yang berkulit gelap dengan garis putih, pun ada sebagai bentuk kamuflase perlindungan dirinya dari mangsa. Bertubuh seperti babi dengan punuk, menurut National Geographic, ternyata Tapir masih satu keluarga dengan kuda dan badak, lho.

Penguasa Gunung dan Laut
Menjadi herbivora membuat Tapir perlu mencari makanan ke berbagai tempat yang menyediakan tumbuhan. Dataran tinggi dengan pepohonan lebat mampu didaki olehnya. Air pun bukan musuh yang berarti bagi Tapir karena dirinya juga menyukai tanaman di dalam air. Hidup lebih banyak di hutan, para tapir sangat jago berenang, Inspirator, meski setelahnya ia akan beristirahat dalam kubangan lumpur.

Kesenangan Berteritori
Tapir adalah hewan yang pemalu. Selain Tapir betina yang baru saja melahirkan, Tapir lazimnya hidup soliter atau tidak berkelompok dan senang bersembunyi di semak-semak ketika hewan lain maupun manusia datang mendekat. Hidup berpindah-pindah untuk mencari makanan, biasanya ia menandai daerah kekuasaannya dengan urinnya sendiri. Lucu ya!

Fosil Tua
Tapir sudah hidup sejak 50 juta tahun lalu sejak masa Eocene, atau masa paling beruap di Bumi, dan sering disebut sebagai fosil berjalan karena sedikitnya perubahan fisik dari awal ditemukan. Tapir paling tua masuk pada genus Heptodon yang merupakan garis keturunan tertua. Spesies Heptodon tersebut berukuran setengah dari Tapir masa kini, yakni berberat 75 sampai 150 kilogram, Inspirator.
 
 
 
 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 319