Bersiap Ingin Membuka Waralaba? Perhatikan Beberapa Hal Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 23 Oktober 2017
Bersiap Ingin Membuka Waralaba? Perhatikan Beberapa Hal Ini

 
Waralaba, juga biasa disebut franchise, sering didefinisikan sebagai pemberian hak dari pewaralaba (pemberi waralaba atau franchisor) untuk menjual suatu layanan maupun produk kepada orang lain yang disebut penerima waralaba. Penerima waralaba (franchisee) biasanya diperbolehkan untuk menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan terkait bisnis dari franchisor, berupa penggunaan merek dagang, agar franchisee dapat menjualnya kembali, Inspirator. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi oleh penerima waralaba agar terhindar dari gulung tikar seperti yang dilansir oleh Forbes berikut ini.

Belum Memahami Karakteristik Waralaba
Membuka waralaba membawa keuntungan dan kerugian tersendiri bagi pebisnis. Termasuk memiliki ciri khasnya tersendiri. Biasanya, ketika seorang pebisnis membuka waralaba dengan merek lain, ia perlu memahami bahwa ia sebenarnya akan menjalankan “cabang perusahaan” yang dimiliki oleh pebisnis lain. Sehingga ia perlu mematuhi kesesuaian serta keseragaman aturan baku pemberi waralaba. Franchisee seolah akan menjadi bos toko dari franchisor dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama kantor pusat dan beberapa keuntungan dari waralaba franchisee akan diterima oleh franchisor.

Menyadari Risiko
Meskipun sekilas waralaba tidak seperti membangun bisnis dari awal dan terlihat memiliki risiko gagal yang lebih kecil, menurut Sean Kelly penerbit UnhappyFranchisee.com, hal tersebut adalah mitos. Toko waralaba memiliki kerentanan untuk gulung tikar yang sama seperti bisnis lainnya. Hanya saja, calon penerima waralaba bisa memilih waralaba apa yang paling sesuai untuk dipertimbangkan setelah melihat perjanjian waralaba dan persyaratan dari pewaralaba. Sebaiknya kamu melakukan riset lengkap terlebih dahulu agar bisa membuat perbedaan besar ketika menjalankan waralaba tersebut.

Sebelum Mengikat Kontrak
Kamu yang sudah bertekad bulat untuk menjadi franchisee sebuah produk, pastikan sudah berkonsultasi dengan pihak ketiga yang berpengalaman dalam hal waralaba, seperti pengacara. Ia akan menjelaskan rambu-rambu dalam kontrak untuk melakukan waralaba agar kamu mengetahui seluk-beluk waralaba dan tidak berakhir dalam mimpi buruk setelah mengikat komitmen bersama. Tidak hanya itu, kamu akan mengetahui lebih dalam peluang-peluang dari waralaba dari apa yang mereka pernah tangani, Inspirator.
 
 
 
 


*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 99