Empat Banjir Terparah Bagi Manusia Selama Abad 20

Empat Banjir Terparah Bagi Manusia Selama Abad 20

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Lainnya
dipublikasikan 20 Oktober 2017
Empat Banjir Terparah Bagi Manusia Selama Abad 20

 
Musim hujan identik dengan banjir karena air yang tertampung di daratan melebihi kapasitas daratan untuk menampungnya. Menurut National Geographic, seluruh tempat berpotensi terkena banjir jika ada air hujan dan berbagai penyebab banjir lainnya, yaitu bendungan jebol atau badai besar seperti Tsunami. Banjir pun tanpa pandang bulu melanda berbagai belahan dunia dan menjadikan kondisi tersebut sebagai bencana paling besar yang pernah ada. Di mana saja?

Bangladesh (1974)
Tahun 1974 tercatat sebagai tahun tak terlupakan bagi warga Bangladesh. Kala itu, setelah sering mengalami kebanjiran, bencana banjir terbesar terjadi karena musim hujan yang panjang dengan curah hujan tinggi. Banjir tersebut tak kunjung surut hingga menyebabkan banyak penyakit bermunculan dan membunuh sebanyak hampir 30.000 manusia. Tidak hanya menyebabkan kematian, bencana besar di tahun 1974 tersebut membawa Bangladesh dalam krisis pangan dan kelaparan. Tersebab bencana banjir tersebut, banyak masyarakat mengalami health shock serta bayi-bayi tumbuh kurang gizi.

China (1975)
Banjir di China tahun 1975 disebabkan oleh jebolnya tanggul Banqiao di sungai Ru, provinsi Henan, China. Tanggul tersebut dibabat habis oleh Topan Nina. Biasanya, dalam curah hujan normal, tanggul Banqiao masih sanggup menahan hujan 300 mm per harinya. Namun Topan Nina di bulan Agustus tersebut membuat hujan lebih besar dari biasanya. Sehingga tanggul tersebut runtuh dan membuat setengah wilayah China terendam banjir. Konon, saat itu, 1.600.000 orang meninggal dengan ribuan orang lainnya tertahan di bawah air untuk bertahan hidup, Inspirator.

India (1979)
Ternyata bencana di bulan Agustus tidak hanya mengincar wilayah China. Tahun 1979 di India, terjadi banjir besar tepatnya di distrik Morbi, negara bagian Gujarat, India. Bendungan Machchhu II yang terletak di sungai Machhu meledak setelah menahan air dari curah hujan yang tinggi. Dampak rusaknya bendungan tersebut membuat air dari bendungan membentuk ombak setinggi 3,6 hingga 9,1 meter, Inspirator. Langsung saja setelah keruntuhan bendungan Machchhu II korban meninggal berjatuhan sebanyak 25.000 orang. Tidak hanya korban manusia, lahan pun rusak. Guinness Book of Records menganggap kehancuran bendungan ini sebagai yang terparah dalam sejarah.

Pakistan (2010)
Negara di dataran Arab yang terkenal dengan cuaca ekstrem panasnya juga bisa mengalami banjir? Bisa, Inspirator. Selama musim hujan di tahun 2010, hujan sangat deras terjadi di daerah Khyber Pakhtunkhwa, Sindh, Punjab, dan Balochistan serta membanjiri lembah sungai Indus. Sejumlah 20% wilayah Pakistan terkena dampak banjir tersebut dan sebanyak 20 juta orang mengalami kehilangan harta benda dan kerusakan properti. Parahnya, pemulihan pasca banjir ini sangat lamban dan menyisakan 10 juta orang kehilangan akses untuk minum dari sumber air yang bersih serta 1.400 orang meninggal karena bencana pangan akibat banjir tersebut.
 
 
 
 


*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 203