Bicara Sejarah, Intip 5 Cerita Sepatu dari Seluruh Dunia Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Teknologi
dipublikasikan 19 Oktober 2017
Bicara Sejarah, Intip 5 Cerita Sepatu dari Seluruh Dunia Ini

Siapa tidak suka memakai alas kaki untuk melindungi kulit paling bawah tubuh kita dari benda-benda asing? Kebanyakan orang memakainya karena kebutuhan. Sepatu dan sandal sering digunakan sebagai pelindung kaki maupun barang fesyen berharga tinggi yang hampir semua orang miliki. Namun, kamu mungkin belum tahu lima fakta mencengangkan tentang sepatu dari berbagai belahan dunia berikut ini. Simak ya!

Kemunculan
Di mana banyak peradaban modern masa lalu berada? Seperti yang sudah kamu duga, salah satunya berada di Mesir. Sekitar 30 SM hingga 300 M, masyarakat kuno sudah menggunakan alas pelindung kaki. Meski kebanyakan yang menggunakannya hanyalah untuk mempercantik penampilan atau menunjukkan status sosial, sepatu zaman itu berasal dari kulit atau besi yang diberi emas hampir murni. Namun, kala itu sepatu bukan menjadi tujuan kenyamanan. Sehingga, menurut BBC, pemakainya seringkali merasakan sakit luar biasa karena pembuatan sepatu belum disesuaikan dengan bentuk kaki manusia.

Sepatu Kulit Juara
Konon, menurut Mofu Casual, sepatu kulit sudah ada sejak 5000 tahun lalu diawali dengan jerami sebagai bahan pembuatnya. Sejak tahun 3000 SM, orang-orang Mesopotamia kuno mencampur segala bahan yang dahulu digunakan sebagai alas kaki dengan kulit hewan. Meskipun begitu, sepatu kulit zaman dahulu masih memiliki manfaat yang sama dengan saat ini. Sepatu tersebut dipakai oleh personil militer, penunggang kuda, hingga pengendara motor untuk melindungi diri dari panas cuaca maupun panas mesin, Inspirator.

Model Lancip

Zaman dahulu, sekitar abad pertengahan, mode alas kaki dibentuk seperti segitiga yang makin mengerucut di ujungnya. Obsesi pada sepatu saat itu diketahui terjadi pada masyarakat Eropa. Kalangan menengah atas dan bangsawan Eropa pada akhir abad 14 sangat gemar menggunakan sepatu sempit dengan ujung sepatu yang panjang dan runcing. Alas kaki saat itu belum mengenal sol dan hak sepatu yang tinggi, walau begitu masalah sakit kaki tetap terjadi pada pengguna sepatu model lancip ini.

Kelahiran Sepatu Hak Tinggi
Sepatu hak tinggi, menurut BBC, muncul di abad 16 ketika masyarakat kerajaan Ottoman atau Kesultanan Turki mulai memakainya untuk pergi ke pemandian umum bernama Hammam. Sebab, Hammam saat itu memiliki lantai yang kotor, panas, dan licin jika hanya dilewati dengan kaki telanjang. Hak dari sepatu yang sering disebut sandal bakiak (qabâqib) ini dibuat dengan tinggi sekitar 28 cm, lho. Umumnya sandal ini juga dihias dengan kerrang dan logam serta dibuat setinggi mungkin untuk memastikan penggunanya yang kaya raya terlihat lebih tinggi dibandingkan pengguna lainnya. Fantastis ya!

Muasal Sneakers atau Keds

Sepatu bergaya ala kids zaman now dengan sol tinggi atau tipis sudah mulai beredar di abad 18 lho, Inspirator. Saat itu, menurut Sneakers Holic, orang-orang memakai rubber soled shoes bernama plimsolls yang sangat kasar, kaku berisik ketika dipakai berjalan. Hingga pada tahun 1917 sepatu bersol karet pertama bermerek Keds dibuat dan tidak menghasilkan bising ketika dipakai berjalan. Sejak kemunculan Keds, masyarakat juga menyebutnya sebagai sepatu sneakers karena penggunanya bisa menyelinap ke tempat orang lain tanpa ketahuan.
 

 


 
 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 45