Inovasi Tak Selalu Datang dengan Perencanaan Matang, Ini Buktinya

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 18 Oktober 2017
Inovasi Tak Selalu Datang dengan Perencanaan Matang, Ini Buktinya

Name the Greatest of all inventors: Accident – Mark Twain

Dunia bisnis tidak bisa lepas dari sesuatu yang berbeda atau luar biasa untuk bisa menarik perhatian khalayak ramai. Bagi kamu yang sudah berusaha maksimal membuat sebuah pembeda tetapi masih terasa berkutat pada hal yang itu-itu saja, jangan menyerah. Every cloud has a silver lining. Maksudnya, akan selalu ada titik cerah setelah semua perasaan gagal yang menyelimuti dirimu. Tetap optimis ya! Berikut ada inovasi tak sengaja terjadi ini dan malah booming dipakai hingga sekarang.

Ban
Saat ini tidak ada kendaraan beroda yang tidak menggunakan karet sebagai media agar kendaraan tersebut berjalan dari satu tempat ke tempat lain, kan, Inspirator? Dahulu, ban sebuah kendaraan berasal dari kayu berbentuk lingkaran. Awalnya pun karet tidak dianggap penting oleh banyak orang karena rapuh ketika musim dingin dan meleleh ketika musim panas. Namun, semua berubah ketika Charles Goodyear, seorang ahli karet asal Amerika, menemukan komposisi yang pas agar sebuah karet mampu tahan di berbagai cuaca.

Mauve
Pemerhati dunia mode pasti tahu bahwa terdapat berbagai macam warna dan cara pembuatnya. Mulai dari pewarna alami dengan menggunakan tanaman hingga pewarna buatan atau sintetis yang berasal dari bahan kimia. Bedanya, perwarna alami berwarna cukup kusam dan tidak eksentrik, terutama ketika berada dalam cahaya maupun ketika dicuci berulang. Di tahun 1856, semuanya berubah ketika William Perkin melakukan eksperimen untuk membuat obat malaria pengganti quinine yang bahan bakunya sulit ditemukan di wilayah Eropa.
 
Awalnya ia hanya membersihkan sisa-sisa eksperimennya berupa larutan dingin sulfat anilin, larutan dingin sulfat toluidine, xylidin dan menemukan sebuah noda berwarna ungu terang yang sulit hilang. Hingga akhirya mauve, dalam bahasa Prancis adalah warna, disukai oleh istri dari Kaisar Napoleon III Prancis, Eugenia. Sejak saat itu, mauve digandrungi oleh dunia fashion sebagai pewarna sintetis berwarna ungu muda.
 
Dinamit
Alfred Nobel, seorang ahli kimia dan insinyur Swedia, mengetahui temuan dinamit dengan cara yang sulit. Ketika itu, ia ingin menstabilkan nitrogliserin, sebuah cairan peledak, di laboratoriumnya. Namun gagal dan menyebabkan kecelakaan besar pada pekerja laboratorium tersebut, termasuk adiknya. Sejak kecelakaan itu, ia berusaha mencari dan akhirnya menemukan kunci untuk melindungi nitrogliserin dari ledakan dengan campuran batuan sedimen kieselguhr. Kieselguhr dianggap sebagai penyerap cairan, sekaligus pelindung, yang sempurna tanpa mengurangi kemampuan dari isi yang dilindunginya. Hingga saat itu lahirlah dinamit di tahun 1867.







*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 38