Empat Tempat Tinggal Paling Buruk, Ada di Indonesia Salah Satunya

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Ekonomi
dipublikasikan 18 Oktober 2017
Empat Tempat Tinggal Paling Buruk, Ada di Indonesia Salah Satunya

Satu hari setelah memperingati hari pemberantasan kemiskinan sedunia 17 Oktober tidak langsung membuat banyak orang miskin di dunia menjadi kaya. Dalam artian memiliki kemampuan untuk membeli makanan enak, sehat, dan bergizi setiap hari atau memiliki hunian layak. Penyebabnya sangat bermacam-macam, lho. Sehingga kita tidak bisa menilai di satu sisi, semisal menganggap orang-orang yang terpaksa menjalani kemiskinan adalah orang-orang malas dan tidak berusaha. Menyoal permukiman yang layak bagi seseorang untuk hidup, ada empat tempat paling buruk karena memiliki ukuran sangat kecil untuk dijadikan tempat tinggal dan membuatmu mengelus dada. Simak artikelnya yang dilansir dari berbagai sumber ini ya, Inspirator.

China

Negara dengan penduduk paling banyak di dunia ini selain memiliki masalah kependudukan, juga memiliki masalah kemiskinan. Di China tepatnya di kota Hefei, provinsi Anhui, terdapat orang-orang yang tinggal di tempat sempit, berukuran 86 kaki persegi atau setara dengan 26 meter persegi, hanya untuk memuat dua tempat tidur untuk masing-masing satu orang dan lemari kecil. Bayangkan, Inspirator, ketika tinggal di sana, maju-mundur kena! Otomatis kamu tidak bisa maju-mundur cantik.

India

India memiliki satu daerah di mana milyaran orang tinggal pada petak-petak tanah kumuh bernama Dharavi. Pendapatan harian orang yang tinggal di Dharavi berkisar antara 1-2 dolar AS saja. Menurut Didaulat sebagai negara dengan jumlah penduduk paling banyak kedua di dunia, Dharavi, yang terletak di Mumbai, India, pernah menjadi tempat tinggal pemain utama dari kisah nyata film Slumdog Millionaire, Inspirator. Hungry Partier, satu toilet di Dharavi digunakan oleh kira-kira sebanyak 1.45o orang setiap harinya meski Dharavi merupakan daerah industri.

Hong Kong


Masih menjadi bagian dari daerah administratif khusus China, kota di bagian Tenggara laut cina selatan ini berasal dari nama Heung dan Gong yang berarti pelabuhan yang wangi. Permasalahan kemiskinan di Hong Kong tidak seharum namanya. Menurut Daily Mail, ribuan penduduk Hong Kong yang miskin terpaksa hidup di dalam kandang seluas 1,8 x 0,6 meter persegi saja. Pun begitu, ribuan orang tersebut masih perlu membayar sejumlah 1.300 Hong Kong Dollars atau sekitar Rp. 2.260.000,- per bulannya hanya untuk tinggal bersama kutu kasur dan bau busuk. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kualitas kesehatan orang-orang yang tinggal di sana ya?

Indonesia

Tidak ketinggalan, negara kita tercinta ini pun masih dilanda permasalahan kemiskinan yang tak kunjung usai. Di Indonesia, tempat tinggal kumuh, sempit, bau, kotor, dan hampir dapat dipastikan memiliki lingkungan tidak sehat, tak hanya ada di desa tetapi juga di tengah kota besar. Bagi orang yang benar-benar tidak bisa tinggal dalam rumah dengan atap, mereka menggunakan gerobak untuk tidur, makan, dan berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain agar bisa tetap bertahan hidup. Akhirnya, kamu harus melakukan suatu perubahan agar peringatan hari pemberantasan kemiskinan tidak hanya menjadi peringatan semu, Inspirator.


 
 
  
 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 228