Memperingati Hari Ulos 17 Oktober: Fakta tentang Ulos

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Budaya
dipublikasikan 17 Oktober 2017
Memperingati Hari Ulos 17 Oktober: Fakta tentang Ulos

Indonesia tidak hanya kaya tetapi juga berwarna. Betapa tidak, pakaian adat masing-masing sukunya saja sudah memiliki berbagai warna dan hiasan indah berciri khas menarik. Indonesia tidak hanya terkenal dengan kain batik lho, Inspirator. Ada kain ulos khas Sumatera Utara yang sering dipakai oleh masyarakat suku Batak sebagai pakaian atau bawahan ketika menghadiri pesta. Lihat rangkuman fakta-fakta kain ulos berikut ini ya!

Identitas
Batik identik dengan masyarakat Jawa. Ketika bergeser ke pulau Sumatera, tepatnya masyarakat Tanah Batak, kain ulos menjadi unggulannya. Makna identitas berfilosofi di setiap benang pembentuk kain ulos lebih dari sekadar penutup tubuh. Menurut Merdi Sihombing seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia, ulos adalah metafora kreasi, kesuburan, serta pemberi kehangatan yang dianggap sebagai serat kehidupan orang Batak, Inspirator. Karenanya, ulos selalu terlihat digunakan dalam momen-momen penting masyarakat Batak, bahkan digunakan sehari-hari.

Representasi Semesta
Organisasi penggerak pelestarian budaya, konservasi alam, dan pengembangan pariwisata Sumatera, Miyara Sumatera Foundation, menyebutkan kain ulos sebagai representasi semesta alam bagi masyarakat suku Batak. Sebab, sejak lama, perempuan-perempuan Batak menenun, memakai, dan mewariskannya pada keluarga secara turun temurun sebagai suatu pusaka yang perlu dilestarikan.

Aturan Unik
Ternyata, di masyarakat ada aturan sendiri untuk pemakaian ulos, Inspirator. Sering digunakan sebagai penghangat atau perlindungan diri bagi ibu hamil dari Suku Batak, menurut adat dan kesukuan, acap kali ulos hanya diberikan kepada kerabat yang berusia lebih muda, seperti orang tua kepada anak atau untuk menantu. Walaupun kamu bisa membeli ulos sebagai buah tangan asli Sumatera Utara, ya.

Rona Ulos
Dianggap sebagai kain kuno oleh National Geographic karena sudah ada sejak 4000 tahun lalu, pembuatan kain ulos mirip dengan songket yang berasal dari Palembang yaitu menggunakan alat tenun. Masing-masing serat ulos ditenun biasanya menggunakan tiga warna yaitu hitam, putih, dan merah serta disertai manik-manik. Terkadang, tenunan benang emas atau perak pun menghiasi kain ulos.
 
 



 
 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 98