Sudah Pernah Berbisnis Bahan Organik? Kenalan Yuk dengan Agroforestri

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Teknologi
dipublikasikan 16 Oktober 2017
Sudah Pernah Berbisnis Bahan Organik? Kenalan Yuk dengan Agroforestri

Tak kenal maka tak sayang. Indonesia sudah lama terkenal dengan negara agrarisnya. Namun, saat ini anak-anak muda perkotaan menganggap sektor pertanian sebagai sektor bisnis jadul, sedikit pemuda-pemudi yang mengenal cara bercocok tanam, budi daya bahan-bahan organik, dan berbagai jenis usaha tani di negara agraris ini. Oleh karenanya kepunahan flora fauna, banjir, dan perubahan lingkungan global tidak bisa dihindari, tersebab alih guna lahan pertanian menjadi sektor usaha lain.

Di sektor tani, istilah agroforestri digunakan untuk menjadi solusi pemenuhan kebutuhan ekonomi dan konservasi sumber daya alam. Sistem penggunaan lahan usaha tani terpadu agroforestri ini menggunakan lahan secara terpadu dengan mengombinasikan flora dan fauna secara bergilir untuk penggunaan lahan yang optimal namun tetap berkelanjutan. Sehingga pemanfaatan lahan tidak membunuh sumber dayanya secara perlahan, Inspirator. Berikut ini terdapat empat contoh sistem agroforestri dari World Agroforestry Centre. Apa saja?

Strip Rumput

Strip rumput merupakan salah satu peralihan sistem tani tanaman semusim yang diubah menjadi bergilir. Keuntungan yang didapat ketika menanam bahan baku, semisal kosmetik, untuk dijadikan sumber daya produksi ada pada lahan sebagai sumber daya. Strip rumput dapat membantu mempercepat proses pembentukan teras secara alami, mengurangi kecepatan aliran permukaan dan erosi, hingga memperkuat bibir teras serta bisa dijadikan hijauan pakan ternak. Barisan tanaman dengan lebar 0,5 – 1 meter dalam strip rumput biasanya ditanam sejajar garis ketinggian (kontur) dengan jarak antar strip yaitu 4 – 10 meter, Inspirator.

Pertanaman Lorong

Sistem pertanaman lorong biasanya digunakan pada tanaman semusim untuk ditanam pada lorong antara barisan tanaman pagar yang ditata menurut garis kontur. Ketika kamu menanam dengan menggunakan sistem ini, kamu dapat menyumbangkan bahan organik dan hara tanah terutama nitrogen untuk tanaman yang kamu tanam, Inspirator. Tak hanya itu, sistem pertanaman lorong dapat mengurangi laju aliran permukaan dan erosi tanah.

Pagar Hidup

Umumnya, pagar hidup terdiri dari barisan tanaman perdu atau pohon yang ditanam pada batas kebun. Ketika pagar hidup digunakan sebagai sistem tani, ia akan melindungi kebun dari terjangan ternak dan menjadi sumber bahan organik dan hara tanah. Selain itu, pangkasan tanaman dari pagar hidup bisa dijadikan hijauan pakan ternak serta pengurang kecepatan angin atau wind break, Inspirator.

Multistrata

Sistem multistrata atau tajuk bertingka biasanya digunakan pada beberapa kebun pertanian yang menanam berbagai jenis tanaman bertajuk tinggi (seperti manga dan kemiri), sedang (seperti lamtoro, gamal, kopi), dan rendah (seperti tanaman semusim, rumput) pada satu kebun. Pengaturan penanaman pada sistem ini diperhatikan sedemikian rupa agar antar tanaman tidak saling tumpang tindih memperebutkan sumber daya matahari dan unsur hara tanah, Inspirator. Kalau kamu menggunakan sistem multistrata, kamu akan mendapatkan tanah yang aman dari erosi sebab tanah pada sistem ini selalu tertutup tanaman, pun kamu akan mendapatkan panen berbagai jenis tanaman di sepanjang tahun secara bergantian serta menghindari musim paceklik.

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 54