Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 10 Oktober 2017   13:11 WIB
Mengenal Desain Bangunan Membuatmu Mampu Mencegah Banjir

Musim hujan menjadikan sebuah bangunan sebagai tempat berlindung paling aman juga nyaman dari air hujan dan risiko banjir. Meski banjir disebabkan oleh berbagai macam sumber, mulai dari hujan tiada henti hingga sumbatan tempat pembuangan air karena sampah, pengaturan bangunan yang tidak sesuai dengan prinsip drainase air hujan pun bisa membentuk genangan air, lho. Kenali yuk prinsip pencegahan banjir dari sudut pandang desain konstruksi bangunan atap yang dilansir dari Architecture Revived berikut ini.

Atap

Komponen pelindung terbaik bangunan selain pondasi adalah atap, terutama ketika datang berbagai musim. Ataplah yang menahan hantaman ribuan air hujan dan cuaca panas sebelum masuk ke dalam sebuah bangunan. Bukan hanya karena ada atap sebuah bangunan dapat aman dari berbagai kondisi iklim, tetapi karena desain yang digunakan. Desain atap lereng (slope) yang lebih mampu menumpahkan curah hujan karena kemiringan curamnya daripada desain atap datar di segara sisi, seperti pada prinsip air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, Inspirator.

Skylight

Masih menjadi bagian dari keluarga atap, skylight merupakan komponen atap yang tidak terbuat dari genteng atau tanah liat melainkan dari kaca. Umumnya skylight bersentuhan dengan perbedaan suhu dan kondensasi kelembaban sehingga menciptakan air. Genangan air akan sangat mungkin berada di dalam rumah ketika bagian skylight ini bocor. Meskipun kebocoran terjadi lebih banyak pada daerah bersalju yang menggunakan skylight ini.

Talang Atap

Gutter atau talang atap biasanya terdiri dari berbagai macam bentuk dan ukuran dengan fungsi sama, yaitu tempat mengalirnya air. Umumnya, talang air terbuat dari logam dengan lebar 10 cm hingga 15 cm. Pada sebuah bangunan, talang air yang bocor tidak akan mampu membawa air dari atap kembali ke tanah sehingga langsung menumpahkan berliter-liter air.

Tambahan Penyimpan Air

Air hujan yang datang dalam jumlah banyak akan sayang jika terbuang sia-sia bukan? Bila ia kembali ke tanah yang sudah tertutup oleh beton. Maka mengumpulkan air melalui talang air dan menampungnya dalam sebuah penampungan akan sangat mampu mencegah terjadinya banjir ketika selokan di depan rumah sebagai tempat kembalinya air sudah tidak ada lagi. Membuat tempat penampungan air tidak sulit, lho. Kamu hanya perlu menyiapkan wadah bersih berukuran besar, talang air, dan lubang kecil dengan keran air sebagai tempat keluarnya air dari penampungan. Jadi deh!

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

Karya : Inspirasi Entrepreneurship