Riset: Potensi Psikopati Seorang Pemimpin, Adakah Pada Dirimu?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 09 Oktober 2017
Riset: Potensi Psikopati Seorang Pemimpin, Adakah Pada Dirimu?

Siapa tidak tahu karakteristik psikopat? Seorang psikopat digambarkan oleh sejumlah kisah film pembunuh berantai sebagai orang yang rela membunuh tanpa rasa penyesalan sedikit pun atas tindakannya. Banyak ahli mendefinisikan seseorang dianggap psikopat sesuai dengan tindakan tanpa nurani yang dilakukannya. Tindakan tersebut seiring berjalannya waktu semakin bermacam-macam dan tersembunyi hingga hanya bisa dilihat melalui gejala dari seseorang yang diduga psikopat, atau biasa disebut psikopati.

Sampai pada sebuah penelitian seorang psikolog forensik di tahun 2016, Nathan Brooks, menemukan bahwa satu dari lima eksekutif perusahaan (sejumlah 21% dari 261 orang subjek penelitian seperti CEO atau direktur di berbagai bidang) memiliki gejala psikopati. Penelitian tersebut dibuktikan oleh penelitian Clive R. Boddy, berjudul Psychopathic Leadership, tentang adanya psikopat dalam korporat. Mengapa jumlah psikopat bisa cukup banyak? Sebab sesuatu yang selama ini kurang disadari oleh banyak orang ternyata, menurut psikiater dan psikolog, masuk dalam kategori gangguan kepribadian anti sosial seperti yang dilansir oleh Telegraph. Apa saja gejalanya?

Egosentris
Semisal usaha untuk mendapatkan jabatan tertinggi, banyak orang berusaha sedemikian rupa agar bisa sampai di pucuk pimpinan. Sikut sana-sini tanpa memedulikan orang lain tanpa merasa bersalah. Bahkan, orang-orang dengan kepribadian anti sosial atau psikopat mengabaikan konsep benar dan salah. Ia memiliki kecenderungan untuk tidak menganggap norma atau perilaku sosial yang wajar di masyarakat.

Eksplosif
Selain self-centred, atau egosentris, tindakan-tindakan para psikopat cenderung mengarah pada permusuhan, ia lebih mudah marah dan menyerang orang lain, serta sering protes hingga melakukan kekerasan untuk mendapatkan apa yang ia mau. Beberapa tindakan tersebut terutama didasari oleh kurangnya empati pada apa yang terjadi pada orang lain, Inspirator. Jika sifat ini belum terlihat secara langsung ketika terduga psikopat menghadapi pemicu, biasanya akan ada akumulasi ledakan emosi negatif yang sangat merugikan, lho.

Gagal Belajar dari Pengalaman
Kedua sifat di atas menyebabkan seorang psikopat sulit belajar dari pengalaman. Ketidakpedulian akan suatu hal yang penting bagi lingkungannya akan membuat dirinya tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sehingga, orang dengan gangguan kepribadian anti sosial ini akan bekerja lebih keras jika ingin membangun hubungan jangka panjang bersama lingkungan sosialnya.  

Manipulasi Tanpa Henti
Pelanggaran akan hak orang lain dengan intimidasi dan manipulasi kerap dilakukan oleh seorang psikopat. Berawal dari egosentris diri, psikopat akan beradaptasi dengan lingkungan hingga ia mengerti cara menirukan empati dan keramahan. Meski ia tetap tega tega melakukan apapun dengan kedok manis.  Berbagai cara manipulasi tersebut dilakukan agar ia mendapatkan keuntungan maupun kenikmatan pribadi, Inspirator. Tetap berhati-hati, ya, sediakan selalu nurani di dalam diri agar sifat-sifat empati dan kepedulian yang tinggi mengalahkan sifat-sifat seorang psikopat.
 

 
 
 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 41