Buat Nama Bisnis yang Keren, Begini Caranya

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 05 Oktober 2017
Buat Nama Bisnis yang Keren, Begini Caranya

 
Perencanaan yang matang ketika akan membuat sebuah usaha mutlak untuk dilakukan. Namun terkadang seorang calon pebisnis terlalu jauh memikirkan segala hal rinci dan melupakan sebuah nama bagi perusahaannya nanti. Banyak ahli menyatakan bahwa nama perusahaan merupakan salah satu cara memasarkan yang ampuh, tentunya sekaligus mengingatkan pelanggan kalau bisnismu ada untuk memenuhi kebutuhannya. Lalu, bagaimana cara membuat nama seperti itu?

Riset
Ah, ya riset. Tidak perlu riset panjang dan serius seperti mengerjakan desertasi. Lakukan riset sederhana dan menyenangkan. Sebelum kamu mulai membuat sebuah nama, kamu perlu melihat-lihat nama produk yang ada di pasaran. Seperti apa kiranya nama produk yang sudah ada di pasaran? Mana yang enak didengar ketika diucapkan? Sudah tidak berbelit-belit dan menyusahkan siapapun pembacanya? Dan yang paling penting, mana yang paling kamu sukai?

Singkat Pengucapan
Coba bayangkan, jika sebuah slogan pipa air ”di mana air mengalir sampai jauh” dijadikan nama sebuah produkmu. Seseorang akan ke toko dan mengucapkan, “Pak, saya beli pipa Di Mana Air Mengalir Sampai Jauh sepuluh meter”. Lalu, sang pemilik toko tidak mendengar dan berkata, “Maaf, beli apa, Mas?” Kamu harus mengulanginya lagi, “Beli pipa Di Mana Air Mengalir Sampai Jauh, sepuluh meter”. Lelah hayati, Bang. Belum lagi kalau produkmu dipublikasikan di berbagai media. Announcernya apa kabar?

Aliterasi
Nama produkmu akan lebih mudah disebutkan jika kurang dari tiga suku kata, Inspirator. Bunyi konsonan yang dikeluarkan ketika mengucap nama itu pun perlu diperhatikan. Sebisa mungkin membuat calon pembeli tidak ambigu memahami nama produk kebanggaanmu, meski nama yang telah kamu siapkan sudah paling menarik dan unik.

Makna
Nama produk buatanmu perlu memiliki makna agar ia bisa bercerita di mana pun produkmu berada. Lebih spesifiknya, nama produkmu bisa mencerminkan sektor di usaha apa bisnismu dikembangkan. Namun bebas saja pilihannya. Jika kamu berusaha pada bisnis besi dan baja, kamu juga bisa menamakan perusahaanmu dengan namamu sendiri atau lokasi di mana kamu mengembangkan bisnis.

Jangan lupa untuk mengecek nama yang telah kamu buat di mesin pencari atau di USPTO.gov untuk memastikan bahwa nama itu belum terpakai oleh orang lain.
 
 
 
 


*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 87