Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesehatan 3 Oktober 2017   12:41 WIB
Fakta-Fakta Tentang Jam Biologis Ini Sudah Kamu Ketahui Belum?

Tiga ilmuan asal Amerika, Jeffrey C. Hall, Michael Rosbash, dan Michael W. Young, diberikan nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran tahun 2017 ini oleh penyelenggara rutinnya, Karoliinska Institute Swedia. Para ilmuan tersebut diberikan nobel karena menemukan mekanisme molekuler yang mengontrol jam biologis kita, Inspirator. Tepatnya mereka menemukan jawaban dari pertanyaan “mengapa tumbuhan, hewan, dan manusia bisa bersinkronisasi dengan revolusi bumi?” Berat yaaaa, tapi mari menyederhanakan lebih lanjut tentang apa dan bagaimana jam biologis manusia bekerja.

Apa itu Jam Biologis manusia?
Menurut National Institute of General Medical Sciences, jam biologis manusia adalah sesuatu yang memang ada pada makhluk hidup. Terdiri dari molekul protein spesifik di dalam seluruh sel tubuh, jam biologis disebut “jam biologis” karena ia bertanggung jawab atas ritme komponen-komponen waktu yang dijalani oleh seseorang.

Sama dengan ritme sirkadian tubuh?
Jam biologis sering disamakan dengan ritme sirkadian, yang sangat terkait dengan waktu tidur seseorang sesuai dengan ada tidaknya cahaya matahari (siang hari beraktivitas, malam hari tidur). Padahal berbeda, namun tetap berhubungan, Inspirator. Jam biologis membantu memproduksi ritme sirkadian dan mengatur timingnya sehingga ritme sirkadian seseorang ada pada siklus 24 jam pagi-malam. Sedangkan siklus tersebut dinamakan ritme sirkadian itu sendiri.

Jam Biologis Dipengaruhi oleh?
Jam biologis dan ritme sirkadian saling berkaitan, pun keduanya dipengaruhi oleh sinyal dari lingkungan di mana seseorang berada. Kehadiran dan ketiadaan cahaya ketika siang maupun malam mampu mempengaruhi gen pengendali struktur kedua sistem tubuh tersebut, yang mendapatkan input dari mata kita sebagai penerima cahaya. Perubahan sinyal yang diterima tubuh seseorang melalui mata dapat mempercepat, memperlambat, atau merubah irama sirkadian seseorang, lho.

Contohnya?
Jetlag. Ini bukan hanya tentang nyanyian you say good morning when it’s midnight-nya Simple Plan atau long distance relationship yang sedang kamu jalani ya, Inspirator. Ketika seseorang mengalami jetlag setelah berangkat dari Indonesia ke Amerika, misalnya, otomatis ia mengalami perubahan jam biologis tubuh juga karena jam tubuhnya masih “tertinggal” di tempat lama. Jam biologismu masih berputar di belahan timur ketika tubuhmu sudah berada di bumi bagian barat. Namun dalam beberapa hari tubuhmu akan normal kembali kok.

Dampaknya Bagaimana?
Pergeseran jam biologis tidak hanya pada kondisi jetlag seseorang, tetapi juga pada kebanyakan orang yang melakukan rotasi kerja seperti para pekerja shift. Perubahan jam biologis seseorang dari waktu normalnya (siklus pagi-malam) akan sangat berpengaruh pada metabolisme tubuhmu, Inspirator. Saat jam biologismu berbeda dengan jam biologis orang-orang pada umumnya, kamu perlu memberikan waktu pengganti agar kondisi tubuhmu tetap prima dan bebas dari stres maupun penyakit tertentu pada orang-orang dengan jam biologis yang berbeda.

Pada dasarnya manusia mampu beradaptasi dalam segala situasi, sob, namun ia memerlukan waktu untuk bisa berjalan beriringan dengan kondisi terbaru dirinya. Bantu sinkronkan tubuh dengan bumi ya, jangan lupa untuk selalu seimbangkan siklus tubuhmu sendiri.
 


 
 
*Dikutip dari berbagai sumber.

Karya : Inspirasi Entrepreneurship