Selama Ini Kamu Boros? Penyebabnya Pasti Musik Favoritmu!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 02 Oktober 2017
Selama Ini Kamu Boros? Penyebabnya Pasti Musik Favoritmu!

Musik sudah menjadi teman sehari-hari begitu banyak orang. Bahkan tak sedikit orang yang berjanji untuk sehidup semati dimulai dari kesamaan selera musik. Sebab, preferensi jenis musik atau genre suatu kelompok musik yang sama pada dua orang memungkinkan mereka berchemistry lebih kuat. Menurut Peter J Rentfrow karakter dan perilaku seseorang juga bisa terlihat dari selera musiknya. Sehingga bukan hal aneh jika dua insan bersatu karena musik, Inspirator. Ciye!

Begitu juga dengan sifat boros seseorang ketika berada di mall, toko online, atau shopping centre. Sifat boros seseorang memunculkan tindakan pembelian barang pembuat lapar mata serta keinginan untuk membawa pulang barang-barang tersebut dari etalase toko, dan ternyata itu semua berawal dari preferensi musik. Di kalangan anak muda, menurut penelitian yang dilakukan oleh Ambrose Leung dan Cheryl Kier, musik menjadi salah satu alasan mengapa seseorang melakukan pembelanjaan yang sangat impulsif. Musik yang sesuai dengan jati diri seseorang membuatnya membeli semua hal menarik menurut dirinya. Otomatis, tendensi musik tersebut memperbesar peluang karamnya uang-uang dari dompet mereka ke meja kasir.


Tapi, musik seperti apa dulu nih penyebab banyak orang menjadi impulsive buyer?


Orang-orang dengan kegemaran mendengarkan musik anti-authority cenderung lebih mengeluarkan banyak uang ketika berbelanja. Musik anti-authority dan persepsi seseorang terhadap sebuah genre diketahui menjadi alasan bagi populasi penelitian Leung dan Kier yang berjudul Music Preference and Young People’s Attitudes Towards Spending and Saving tersebut, yaitu remaja, yang sering melakukan impulsive buying. Musik anti-authority dikategorikan sebagai musik yang kurang disukai oleh “para orang tua”, Inspirator. Bisa tebak genre musik anti-authority apa saja? Yes, please!


Genre musik anti-authority seperti hip hop dan dance misalnya yang sangat dekat dengan hedonisme. Anak-anak penyuka musik rap, rhythm dan blues, house, electronic, industrial, techno dan trance juga diketahui memiliki kecenderungan berbelanja impulsif. Persepsi hedonisme tersebut juga yang menggerakkan seseorang untuk menuruti keinginan hatinya berbelanja impulsif, sob. Meski begitu, kecenderungan belanja di luar kendali tersebut dipengaruhi oleh jumlah uang jajan yang diberikan oleh orang tua, kepemilikan kartu kredit milik orang tua, dan dukungan lainnya dari lingkungan. Penelitian Leung dan Kier juga berlaku padamu nggak, Inspirator?

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 33