Menolong Korban Kecelakaan Akibat Listrik Bisa Dilakukan oleh Siapapun?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Kesehatan
dipublikasikan 27 September 2017
Menolong Korban Kecelakaan Akibat Listrik Bisa Dilakukan oleh Siapapun?

Kecelakaan akibat sumber energi listrik, menurut WHO, terjadi setiap hari pada sekitar 180.000 orang di seluruh dunia. Jumlah itu tidak termasuk data yang belum terlaporkan, Inspirator. Orang yang terkena arus listrik akan mengalami shock atau trauma pada tubuh setelah berkontak dengan arus listrik. Sehingga, menghindari sumber energi listrik tanpa perlindungan isolator atau bersentuhan dengan bahan-bahan penghantar listrik (konduktor) yang dekat dengan sumber listrik sangat disarankan.

Bahaya listrik juga siap mengintai siapapun yang belum mengetahui risiko tinggi ketika seseorang terkena sengatan listrik. Lazimnya, selain karena ketidaktahuan, penyebab shock pada seseorang terjadi karena peralatan atau instalasi listrik yang sedang dalam kondisi berbahaya, misalnya ketika terdapat aliran listrik terbuka yang terkena air. Selain itu, meski tidak terlihat parah dari luar, tubuh bagian dalam seseorang bisa sangat terganggu sebab aliran darah manusia merupakan salah satu konduktor listrik paling baik. Bila kecelakaan sudah tidak bisa dihindarkan, apa yang harus kita lakukan?

Pertama

Pastikan dahulu kita tidak panik atas semua kejadian yang terjadi sangat tiba-tiba. Lalu, perhatikan lingkungan sekitar, adakah bahan-bahan berbahaya dan berpotensi menyalurkan arus listrik ke tubuh kita, seperti air, perak, dan berbagai macam logam lain. Lindungi diri kita jika ingin menyelamatkan orang lain dari sengatan listrik dengan menggunakan isolator seperti karet, kayu, plastik, keramik, kertas, dan lainnya.

Kedua

Jika memungkinkan, matikan sumber listrik yang membahayakan dan berpotensi untuk menyambar orang lain. Kalaupun tidak bisa, jauhkan korban dari sumber energi listrik tersebut dengan menggunakan isolator, misalnya menggeser tubuh korban dengan batang kayu. Menggeser tubuh korban ke tempat yang lebih aman tidak disarankan ketika dirinya sudah berada di luar sumber bahaya. Selalu pantau keadaan korban, apakah ia masih sadar atau sudah hilang kesadaran.

Ketiga

Perlu diketahui, menurut Electrical Safety First Organization, korban yang tidak sadar sangat mungkin mengalami kerusakan sel dengan risiko kematian sel (electroporation), kerusakan tulang dan otot, serta luka bakar di bagian dalam tubuh. Hubungi nomor darurat 112 atau nomor darurat lain sembari menunggu kondisi korban hingga aliran listrik dalam tubuhnya sudah tidak bisa mengenai dirimu.

Keempat

Pastikan korban terlentang di atas permukaan yang stabil. Jangan lakukan pertolongan pertama bagi kamu yang kurang paham dengan first aid seperti memberikan nafas buatan (CPR) atau airway-breathing-circulation (ABC).

Selalu ingat langkah-langkah di atas, ya!

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 65