Sudah Tahu YKK? Ini Cerita di Balik Resleting Pakaianmu

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 27 September 2017
Sudah Tahu YKK? Ini Cerita di Balik Resleting Pakaianmu

Resleting, yang memiliki bentuk baku ritsleting, berasal dari bahasa belanda yaitu ritssluiting. Benda kecil seperti besi bergerigi yang menyatukan dua bagian pada pakaian tersebut ditemukan pertama kali tahun 1851 oleh penemu mesin jahit, Elias Howe, dengan nama automatic continuous clothing closure. Hingga akhirnya di tahun 1913 muncul nama baru untuk alat serupa, seperti yang kita kenal selama ini, yang dipatenkan oleh Gideon Sundback pemilik perusahaan resleting asal Amerika B.F Goodrich Company, yaitu zipper dengan bahan tembaga.

Hampir seluruh perusahaan resleting besar pernah menjadi pemasok bagi sepatu tentara kala itu. Seiring berjalannya waktu, di tahun 1930an resleting asal Amerika tersebut terdengar hingga ke Jepang. Tadao Yoshida, memodifikasi resleting tersebut dengan membuat alumunium sebagai bahan dasarnya dan membuat pabrik Yoshida Kogyo Kabushikikaisha (Yoshida Company Limited) pertama di Kurobe, salah satu kota kecil di Jepang.

Sejak booming di tahun 1945 sampai sekarang, YKK milik Tadao Yoshida masih mendominasi pasar manufaktur, lho. Bahkan, resleting baju astronot Neil Armstrong di tahun 1969 pun sudah dibuat oleh YKK. Dahsyat bukan? Kamu sudah lihat juga kan, di pakaianmu yang ber-resleting tulisannya apa? Sebagian besar pasti menjawab YKK. Pasalnya, sebanyak 46% pasar manufaktur resleting di seluruh dunia diisi oleh barang yang diproduksi oleh 71 pabrik YKK, sob.

Sekarang, resleting andalan YKK tidak hanya berbahan dasar alumunium, tetapi juga kuningan, polyester, benang yang dilebur dan ditenun di Kurobe. Hasilnya, terciptalah resleting untuk pemadam kebakaran, ritsleting untuk selokan drainase, ritsleting roket, dan ritsleting untuk jaring ikan. Inovasi dan ketekunan Yoshida membawa kekuatan YKK semakin kuat. Sesuatu yang juga berkontribusi dalam kesuksesan YKK ada pada filosofi yang dianut oleh Tadao Yoshida selaku founder perusahaan YKK, lho.

Terinspirasi dari tulisan Andrew Carnegie dengan judul The Gospel of Wealth, Toshida berpikir mendalam tentang hal itu dan tercetuslah siklus kebaikan (Cycle of Goodness). Inti dari Cycle of Goodness ala Yoshida ada pada keuntungan bersama. Seseorang tidak bisa sejahtera tanpa menyejahterakan orang lain. Sederhana tapi penuh makna, Yoshida memaknainya dengan memperlakukan pekerjanya sedemikian rupa agar membuat produk yang lebih baik. Sebab produk terbaik mampu menguntungkan dan memuaskan konsumen, sehingga keuntungan pun akan diraih oleh YKK.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 39