Tahu Tarantula? Ini 6 Fakta yang Harus Kamu Ketahui

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Lainnya
dipublikasikan 26 September 2017
 Tahu Tarantula? Ini 6 Fakta yang Harus Kamu Ketahui

Sejak video unggahan mahasiswa kedokteran, Daniel Valcarcel, berisi Tarantula Biru di Barcelona beredar dalam dunia maya, banyak orang penasaran pada makhluk yang terlihat menyeramkan dari luar tersebut. Tarantula memang dianggap menyeramkan karena ia termasuk dalam kelompok hewan Karnivora yang memakan semua jenis serangga, hingga tikus maupun ular meskipun tidak banyak. Mau tahu enam fakta lainnya dari Tarantula? Simak artikel berikut ini.

Bukan Tarantula
Tarantula yang kita kenal sebagai Tarantula, menurut National Geographic, sebenarnya bukan Tarantula, Inspirator, melainkan Theraphosids atau laba-laba pemakan burung. Theraphosids sendiri terdiri dari 650 spesies berbeda. Ukuran terbesarnya seperti piring makan dengan panjang kaki 28 cm. Theraphosids ini juga terkenal sebagai keluarga monster karena sering memburu makanannya.

Berasal Darimana?
Tarantula sebenarnya berasal dari kota Taranto di Italia selatan. Tarantula Taranto berukuran relatif kecil dibanding Tarantula besar dan ia tidak berbahaya. Namun, petani di Taranto pernah menerima gigitan mematikan oleh laba-laba yang terlihat mirip dengan Tarantula (diduga laba-laba Black Widow) hingga muncul ketakutan turun temurun di kelompok-kelompok manusia pada hewan sangar ini.

Cara Hidup
Selama hidupmu, kamu pasti hanya mengenal laba-laba yang suka membuat jaring di dinding rumah. Berbeda dengan laba-laba kecil di rumahmu, ada tiga jenis Tarantula berdasarkan kelakuan hidupnya. Pertama ia yang memiliki perut lebih besar dan gendut biasanya berjenis terrestrial karena senang hidup mendatar di tanah, tidak bisa naik ke bebatuan atau pohon maupun menggali. Selanjutnya tipe arboreal yang senang memanjat pohon dan bebatuan karena kaki-kaki panjang juga perut lonjongnya. Lalu, tipe fossorial atau burrower yang betah hidup di dalam tanah.

Proses Molting
Seperti kepiting dan hewan krustacea lainnya, Tarantula juga melakukan proses penggantian kulit lho! Pasalnya kulit Tarantula merupakan exoskeleton atau kerangka tubuh yang selalu berganti seiring dengan perkembangan tubuhnya. Khusus Tarantula muda, ia melepaskan kulitnya setiap beberapa bulan sekali sebelum mengganti kulit setiap satu atau dua tahun sekali ketika ia dewasa. Setiap ganti kulit, ia membutuhkan proses merebahkan diri selama hingga 6 jam. Saat proses molting terjadi, Tarantula tidak suka diganggu. Kecuali prosesnya telah lebih dari 24 jam, itu tanda bahwa ia ingin dibantu keluar dari kulit lamanya.
 
Kembali ke Sarang

Mata Tarantula salah satunya berfungsi sebagai odometer untuk mengukur jarak dan mencatat rute, lokasi sesuai tujuannya. Ada jenis tarantula yang mampu menghitung jarak tempuh dari sarang ke tempatnya mencari makanan, yaitu Lycosa tarantula atau Tarantula serigala. Melalui path integration, menurut Mongabay Indonesia, Tarantula tak hanya bisa menghitung jarak tempuh perjalanannya tetapi juga hampir selalu mencari jalan pulang yang berbeda dengan jalan ketika pergi dengan menggunakan empat pasang matanya, Inspirator.

Makanan dan Sejarah

Tarantula di negara-negara tetangga dijadikan makanan yang umum untuk dikonsumsi. Meski menjijikan dan tidak bisa dibayangkan rasanya jika menjadi sebuah santapan hidangan, warga Kamboja akrab dengan kuliner Tarantula sejak zaman kemerdekaannya. Setelah Kamboja merdeka, menurut CNN Indonesia, terjadi perang saudara karena penggulingan kekuasaan yang dilakukan oleh Khmer Merah. Saat itu, seluruh warga Phnom Penh mengungsi ke hutan serta bersembunyi di lereng bukit dan ladang tanpa makanan, hanya ada Tarantula. Sejak saat itu, Tarantula goreng menjadi familiar di kalangan masyarakat Kamboja.
 
 
 
 


*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 52