Cerita di Balik Kutipan Sebuah Pilihan

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 September 2017
Cerita di Balik Kutipan Sebuah Pilihan


Semua orang memilih, minimal satu, pilihan setiap harinya. Semisal di pagi hari ia ingin melanjutkan tidur atau merajut masa depannya, ingin menjaga budaya atau menciptakan budaya baru, ingin mengikuti arus atau bersama-sama membuat arus tandingan yang lebih baik, dan lainnya. Perbedaan akan satu pilihan tersebut di masa lalu dirasa menjadi pencetus keluarnya bencana, rasa putus asa, kesesatan dalam bersolusi, dan isi pandora box lain dari berbagai kejadian hari ini. Walau begitu, sudut pandang dalam melihat hasil hari ini atas pilihan kemarin sore perlu menjadi pertimbangan. Apakah isi pandora box akan benar-benar keluar menjalar ke seluruh tubuh dan pikiran kita karena pilihan-pilihan yang telah dibuat?
 


Isi pandora box berisi pilihan dalam hidup kita, seperti kamu bisa menerima kesakitan dan mengusahakan kebangkitan karena salah satu isi pandora box adalah harapan, bukan hanya keburukan dan penyakit. Meskipun semua itu juga berasal dari apa yang kita akan katakan, dimana kita memilih tempat untuk singgah, dan kelihaian mencari teman sejiwa untuk berbagi. Di dalam harapan ada kekuatan pamungkas untuk membereskan isi pandora box yang tertuju pada dirimu. Percaya atau tidak? Ya, jawaban itu adalah pilihanmu dan terselip secercah harapan di situ, Inspirator.
 


Indeed, tetap terpuruk bukan menjadi bagian dari kecelakaan yang tidak sesuai dengan rencana Sang Mahaperencana. Lagipula sebagian celaka bisa dicegah. Melalui apa? Mengetahui peta situasi, mematangkan perencanaan, dan menambah kekuatan mental untuk selalu bangkit dari setiap situasi yang sering memukul mundur diri berusaha agar kita tetap tersungkur dalam lubang-lubang jalanan. Meski begitu, kita selalu memiliki pilihan atas hari ini, lho. Apakah tetap ingin menatap hari kemarin atau berpaling pada esok hari, atas nama masa lalu yang akan diperbaiki di masa depan?



Sadar atau tidak, hari ini kamu sudah memilih. Sudahlah lewat hari kemarin, sudahlah lewat pilihan-pilihan yang pernah mendatangi hidup. Seumpama tersisa satu pilihan, buat pilihan itu sebagai alat mendaki paling tangguh untuk menyelamatkan hidup kita, sob. Bukan menjadikan pilihan itu mampu memperbesar rasa takut, yang sebenarnya hanya berfungsi sebagai notice penyeimbang sebelum terjadi kerusakan fatal. And finally, yes, may your choices reflect your hopes, not your fears – Nelson Mandela.

  • view 104