Bersaing di Antara Keramaian, Bisnismu Harus Tetap Laku Keras

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 25 September 2017
Bersaing di Antara Keramaian, Bisnismu Harus Tetap Laku Keras

Perhatikan deh, persaingan bisnis ada dimana-mana. Dimulai dari luar rumahmu, sekolahmu, kantormu, maupun tempat-tempat ramai lainnya, pasti ada seorang yang menjual sesuatu. Misalnya penjual jajanan kaki lima, mungkin setiap lima meter ada beberapa pedagang makanan yang dagangannya sama. Hmmm, memang sudah banyak orang yang melihat keramaian sebagai satu hal potensial untuk berbisnis. Namun tidak semua keramaian mampu membuat bisnismu laris manis, lho, kecuali bisnismu punya tiga hal ini.

Penasaran
Tempat ramai membawa kita pada rasa penasaran dan pertanyaan seperti ”adakah yang menarik di antara semua kerumunan ini?” Oleh karenanya, sebuah produk akan sulit bersaing tanpa pemantik rasa penasaran orang-orang yang datang meskipun mereka belum tentu menjadi pelanggan setia. Setidaknya mereka pernah mencoba dan memuaskan rasa penasaran tersebut. Setelah itu bisa dibuatlah inovasi dan ciri khas yang tidak dimiliki oleh produk lain agar pelanggan tidak berpaling pada promosi baru. First try product need to make a sensational hit.

Kesan
Menurut lansiran Forbes, perhatian seseorang pada sebuah produk akan maksimal jika sebuah kesan tentang produk tersebut bisa ditampilkan di pikiran seseorang. Seperti halnya Nike, hampir semua orang memiliki memori yang tertinggal tentang brand olahraga tersebut di pikirannya hanya dengan melihat logo ceklis tersebut menempel di setiap produknya. Entah karena teknologinya, kenyamanannya, maupun harganya, ada aspek-aspek tertentu yang membuat sebuah produk sangat memorable dan dekat dengan kebutuhan calon konsumen, termasuk memenuhi ekspektasi mereka. Untuk itu, kamu bisa memulainya dari sebuah perencanaan matang dan ingin mendapatkan kesan positif atau negatifkah produk andalanmu ketika sampai di tangan konsumen.

Dibutuhkan
Kebutuhan manusia ada tiga, kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Meskipun hari ini banyak juga orang yang meletakkan kebutuhan tersier atau sekundernya menjadi kebutuhan primer, klasifikasi kebutuhan paling mendesak masih pada kebutuhan akan makanan-minuman, baju, dan tempat tinggal (primer). Jika dijabarkan lebih lanjut, kebutuhan kita akan makanan ada yang hanya mengenyangkan perut atau harus memanjakan lidah, begitu juga dengan baju dan tempat tinggal. Namun ada komponen dari ketiganya yang bisa lebih banyak menjadi potensi bisnis karena kebutuhan mendesak, seperti kebutuhan akan listrik, air, dan energi lain misalnya. Ketika penawaran bisnismu untuk pelanggan sudah sampai pada tahap dibutuhkan, perjalanan bisnismu langsung kencang sekencang motor yang diberi Pertamax plus plus plus.
 
 
 



*Dikutip dari berbagai sumber.
 

  • view 41