Sudah Tahu Apa yang Terjadi pada Otak Saat Kamu Nonton Film Horor?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 22 September 2017
Sudah Tahu Apa yang Terjadi pada Otak Saat Kamu Nonton Film Horor?

Siapa yang tidak suka film bergenre horror dan sejenisnya, seperti film-film thriller, kriminal, paranoid? Film bergenre tersebut sering menghibur pecintanya karena adegan-adegan pemantik rasa takut, ngeri, dan membuat bulu kuduk berdiri. Selain menghibur, tentu ada adegan film yang tertinggal di memori alam bawah sadar kita sebagai penontonnya. Menjadi sulit tidur, gelisah semalaman karena rasa takut dan cemas yang tersisa, juga mendatangkan mimpi buruk. Mengapa begitu? Menurut Psychology Today, ada beberapa hal yang menyebabkan memori otak merespon rangsangan dari film horror dan meninggalkan jejak di pikiran kita. Apa saja?

Aktivitas Normal Otak

Setiap hari otak kita tidak diam, bahkan saat sedang tidur dan beristirahat pun otak kita tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa. Ketika sedang melihat banyak hal yang sedang terjadi, otak pun memberikan responnya dalam bentuk perhatian terhadap hal tersebut. Terlebih pada sebuah hal baru. Semisal sedang melihat sebuah film bioskop terbaru yang menawarkan gambar-gambar bergerak asing bagi otak, ia menyerapnya dengan maksimal. Selalu begitu.

Perilaku Otak

Daerah pendengaran dan visual otak bertanggung jawab aktif dalam pengenalan obyek untuk memproses suara dasar serta pemandangan dari sebuah gambar bergerak. Gambar bergerak dalam film mampu diserap oleh otak karena terdapat urutan-urutan yang menjadi sebuah cerita. Oleh karenanya, agar terlihat seperti keadaan yang nyata bagi otak, sebuah gambar bergerak yang menjadi film tersebut perlu dibuat berurutan. Urutan tersebutlah yang akan masuk ke dalam pikiran serta alam bawah sadar dan ditiru oleh otak.

Sistem Audio-Visual

Sebuah riset menghasilkan keterkaitan antara narasi visual dengan narasi pendengaran ketika film Alice in Wonderland diputar. Berdasarkan penelitian itu, ada daerah otak, yang bernama sulkus temporal superior, memiliki aktivitas berbeda saat seseorang menonton film. Pergerakan dalam sulkus tersebut menyebabkan bagian sistem visual seseorang sangat menyatu dengan gambar bergerak, begitupun dengan sistem pendengaran ketika sedang dibacakan sebuah cerita. Pergerakan tersebut beraktivitas sendiri-sendiri.

Amigdala otak yang berfungsi sebagai pengatur emosi seseorang pun juga ikut berpartisipasi ketika seseorang mengalami kecemasan karena ia berfungsi untuk membangkitkan emosi. Sebab amigdala jugalah yang membuat sebuah film mampu membuat sensasi tersendiri dalam ingatan seseorang.

 

 

  

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 58