Mengedukasi Pelanggan Bisa Jadi Salah Satu Strategi Bisnis Lho! Hmmm, Maksudnya?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 22 September 2017
Mengedukasi Pelanggan Bisa Jadi Salah Satu Strategi Bisnis Lho! Hmmm, Maksudnya?

“Pelanggan adalah raja” masih dijadikan tolak ukur dan alasan bagi beberapa perusahaan untuk mengedepankan kepuasan konsumen. Meski begitu, tidak semua pengusaha memahami bahwa kepuasan konsumen hampir dapat dipastikan berbeda-beda. Valarie Zeithaml, dalam bukunya Delivering Quality Service, menguatkan pernyataan itu. Menurutnya, ada perbedaan mendasar yang menjadi penyebab berbeda-bedanya kepuasan seseorang, yaitu munculnya  harapan (expectation) dan persepsi diri seseorang terhadap suatu produk atau jasa. Kedua hal tersebut, bersama dengan kebutuhan diri pelanggan, pengalaman yang pernah dilalui, kekuatan promosi dari mulut ke mulut, dan janji promosi pengusaha, akan memuaskan seorang pelanggan. Oleh karenanya dibutuhkan penyesuaian agar bisa menjembatani perbedaan yang ada pada pengusaha dan pelanggan, berupa edukasi pelanggan terhadap produk.

Mulai Mengedukasi Pelanggan

Jembatan yang terbangun antara pelanggan baru sebuah produk bisa dilakukan melalui edukasi pelanggan. Edukasi itu menyediakan informasi, kemampuan, maupun kebutuhan agar pelanggan benar-benar bisa mengerti tentang produk seutuhnya, seperti yang pengusaha pikirkan. Tidak hanya dengan modal penempatan sales di sekitar produk yang dijual, edukasi pelanggan bisa dilakukan melalui penjelasan pada bungkus kemasan, buku instruksi (manual book), tutorial online di YouTube, maupun telepon bebas biaya dengan nomor khusus tertentu seperti 1-800.

Tentu Bermanfaat

Ketika berbicara manfaat edukasi pelanggan, yang sangat berbeda dengan mengiklankan atau mempromosikan barang, ada salah satu strategi promosi yang bisa dijalankan melalui edukasi pengusaha, lho. Menurut penelitian Andreas B. Eisingerich dan Simon J. Bell, berjudul Customer Education Increases Trust, edukasi pelanggan bisa menguatkan kecocokan antara produk yang telah dibeli seseorang karena menambah pengetahuan dirinya terkait produk. Bersamaan dengan pengetahuan pelanggan yang sudah sesuai dengan cara produk tersebut memberikan manfaat, produk pun akan lebih dipercaya bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelanggan.

Langkahnya?

Setelah yakin bahwa edukasi pelanggan cukup penting untuk dilakukan, selanjutnya apa yang harus dilakukan? Menurut Larry Alton, dalam Customerthink.com, pertama-tama, kamu perlu memahami siapa pelangganmu. Ruang lingkup target pasar perlu lebih diperjelas untuk kebutuhan bisnismu di jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, termasuk apa yang akan membuat pelanggan membutuhkan produkmu serta kekurangan produk. Fix the customer, not the product. Lalu, buat fitur hands-on agar pelangganmu lebih bisa mempelajari dan “lebih membumikan” keunggulan-keunggulan produk. Lakukan edukasi yang efektif namun tetap ringkas dan akurat ya!

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 563