Ini 4 Teknik Bercerita agar Dapat Mempengaruhi Seseorang dalam Berbisnis

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 19 September 2017
Ini 4 Teknik Bercerita agar Dapat Mempengaruhi Seseorang dalam Berbisnis

Mempengaruhi seseorang dengan cerita kita akan mudah dilakukan jika tertuju pada orang-orang terdekat. Namun belum tentu pada khalayak akan semudah ketika berbicara pada kerabat. Bercerita dan akhirnya bisa mempengaruhi seseorang dilakukan untuk menjelaskan betapa pentingnya sesuatu hal untuk dilakukan, mengajak orang agar mendukung pemikiran-pemikiran kita, serta menginspirasi mereka tanpa menggurui atau memojokkan dirinya. Sebagai salah satu manfaat public speaking, menurut Harvard Business Review, beginilah cara pentingnya bercerita agar pesanmu sampai pada orang lain.

Topik
Kamu ingin membicarakan apa? Mengetahui apa yang akan kamu sampaikan pada orang lain akan bermanfaat saat kamu menyampaikan pesanmu. Lebih penting lagi, mengetahui siapa orang yang akan kamu ajak bicara dapat membuat pesanmu tepat sasaran. Semisal ingin mempromosikan bahaya rokok pada anak remaja, tetapi kamu membawa materi yang hanya bisa dimengerti oleh rekan sejawat. Pesan yang diberikan tentu tak mudah dimengerti, apalagi diingat.

Persiapan
Mempengaruhi orang lain agar sejalan dengan bayangan pikiranmu memerlukan persiapan matang, meskipun kamu sudah ahli. Masih banyak orang yang dianggap “ahli” di bidangnya menyepelekan pentingnya fokus untuk menarik busur panah ke target ini. Sehingga ketika mulai mempengaruhi penonton, isi omongannya terlempar ke sana, ke mari tidak sampai pada audience karena contoh atau momen yang tidak tepat.

Mulai Bertanya
Jika kamu belum mengenal betul seluk beluk kehidupan audiencemu mulailah dengan pertanyaan seberapa tahu dirinya dengan topik yang akan kamu sampaikan. Akan lebih baik bila kamu mengetahui riwayat diri penonton atau klienmu. Pembicaraan tentang pengalaman, pengharapan, maupun peluang keberhasilan dari topik yang telah kamu rencanakan dapat menjadi tolak ukur pembicaraanmu nantinya. Apakah pembicaraan memerlukan penjelasan lebih rinci atau tidak.

Sentuh Emosi Mereka
Berbekal pengalaman dan persiapan yang sudah kamu lakukan, mempengaruhi orang lain akan lebih ciamik diterima akal sehatnya jika ada kisah nyata di dalamnya. Kisah perihal gagasan serta alasan dibalik mengapa kamu sangat mempercayai gagasan tersebut. Terutama kisah-kisah emosional dan telah sukses kamu atasi. Emosi yang terpantik akan membuat gagasanmu masuk pada pikiran mereka, seperti konflik-konflik tertentu. Perjelas upaya-upayamu yang akhirnya membuahkan hasil. Namun hindari emosi yang tidak membawa pelajaran berharga bagi audiencemu dan usahakan pembicaraanmu tetap pada prinsip “less is more”. Jangan berlebihan.
 
 





 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 225