Bukan Magic! Kesadaran Seseorang Tidak Terkendali Karena 2 Proses Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 19 September 2017
Bukan Magic! Kesadaran Seseorang Tidak Terkendali Karena 2 Proses Ini

Memilih sesuatu dalam hidup dilakukan oleh semua orang, sebab banyak pilihan menarik yang muncul setiap harinya. Meski begitu banyak pilihan, terkadang ada orang-orang yang secara tidak sadar memilih untuk mengambil semua pilihan tersebut walau sebenarnya ia tidak benar-benar ingin. Ketidaksadaran tersebut terjadi karena kebiasaan proses berpikir dan memilah informasi, lho. Ada hal umum yang biasa kita lakukan ternyata perlu dipertimbangkan masak-masak sebelum mengambil keputusan, dilansir dari FastCompany. Apa saja?

Bias Konfirmasi

Kecenderungan untuk dekat dengan seseorang biasanya terjadi karena ia familiar dengan dirinya sendiri ketika melihat orang tersebut. Misalnya ketika baru saja membeli sebuah mobil tertentu, otak kita melihat lingkungan sekitar dan lebih memperhatikan mobil yang kita beli tersebut. Sama halnya dengan kenyamanan kita untuk berteman dengan orang yang sejalan dan sepemikiran. Ketika tidak “klop”, orang lain yang tidak sesuai dengan keinginan pikiran kita akan jauh dari peredaran sosial diri kita.

Mengapa hal itu terjadi? Karena adanya ancaman terhadap cara pandang selama ini kepada dunia sehingga ada kenyamanan dan rasa aman tersendiri saat berada di sekitar orang-orang tertentu. Tentunya hal ini akan berbahaya karena konstruk sosial mulai terbangun dari kebiasaan dan kepercayaan orang-orang tertentu. Sehingga untuk mengatasi bias konfirmasi ini adalah dengan mencari kebenaran berpikir melalui kaidah ilmu pengetahuan yang selalu disertai dengan kepercayaan terhadap Tuhan.

Susah Move On

Move on tidak hanya berlaku untuk permasalahan hati dan cinta kasih kepada pasangan yang sudah berlalu, Inspirator. Berbicara tentang move on pun biasanya menyerempet pembahasan tentang sunk cost. Sunk cost adalah istilah ketika uang, waktu, serta tenagamu sudah habis dan tidak bisa kembali untuk suatu hal yang tidak bisa kamu didapati. Semisal sudah membeli tiket film premiere 4DX 3D di akhir pekan, ternyata di pertengahan diketahui film tersebut sangat boring. Kamu tentu lebih cenderung untuk tetap berada di dalam bioskop hingga film selesai mengingat biaya yang sudah dikeluarkan cukup mahal.

Seseorang akan cenderung lebih sulit untuk melepaskan sunk cost karena kekeliruan berpikir akibat proses emosional yang terjadi. Keputusan yang diambil setelah menyadari sunk cost akan cenderung lebih irasional. Rasa kehilangan tersebut membuat seseorang menggila dan mengarahkan dirinya untuk menerima keadaan dengan terpaksa, meskipun beberapa orang bisa lebih liar dalam menghadapi sunk cost. Sehingga ketika reaksi dirimu mengarahkanmu pada keinginan untuk bertindak di luar akal sehat, ingatlah bahwa ada hal yang tidak bisa kembali betapapun kamu sangat ingin. Let it remain in the past.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 17