Menangkan "Perang" dengan 5 Strategi Militer Cina Klasik

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 19 September 2017
Menangkan

“Jika kamu mengenal musuhmu dan dirimu sendiri, kamu tidak perlu takut akan hasil dari 100 pertempuran. Jika kamu mengenal dirimu sendiri tanpa mengenal musuhmu, maka setiap kemenangan yang diperoleh kamu juga akan menderita. Jika kamu tidak mengenal musuh dan diri sendiri maka kamu akan menderita kekalahan dalam setiap pertempuran.” – Soen Tzu

Banyak panglima perang dan pemimpin dunia terbaik yang tidak dikenal oleh generasi setelahnya karena ia tidak menulis. Berbeda dengan Soen Tzu, panglima perang dari Cina yang sudah menuliskan strategi-strateginya dalam berperang sejak 2500 tahun lalu, buah pemikirannya membawa kemenangan pasukannya ketika berperang. Ditulis ulang oleh Caspar B. Weru, dalam bukunya tentang Soen Tzu, strategi perang ala Soen Tzu masih relevan dengan kehidupan saat ini bagi siapapun yang sedang “berperang” melawan musuhnya. Tak terkecuali dalam bisnis, berikut lima hal yang mampu membuatmu kalah dan memenangkanmu dari pertempuran. Apa kira-kira?

Seseorang akan menang ketika ia mengetahui saat untuk menyerang dan saat untuk tidak menyerang. Bermodal pengalamannya, Soen Tzu dapat melihat peluang yang memungkinkan kapan ia mengeluarkan tenaga pasukannya untuk melawan musuh dan kapan harus menahan diri. Ketika berbisnis, kamu pun perlu memahami kapan kamu membuat strategi defensif untuk bertahan dan saat ketika kamu harus menyerang lawan bisnismu, Inspirator.

Ia akan menang jika ia mampu mengendalikan pasukan yang lebih besar atau lebih kecil daripada lawan. Berbicara tentang “pertempuran” melawan saingan, sumber daya yang dikerahkan dalam tiap-tiap strategi berperang perlu dipertimbangkan. Pengendalian yang wajar dan tepat guna bagi setiap keadaan akan membuat serangan untuk lawan akan lebih mengena. Kamu tentu tidak ingin membuat sumber daya di sekitarmu habis tanpa sisa dengan kesia-siaan kan?

Pasukan yang akan memenangkan pertempuran adalah pasukan-pasukan yang didorong oleh semangat yang sama pada semua tingkat kepangkatan. Sumber daya manusia adalah sumber daya paling dibutuhkan selain sumber daya uang dan atau bahan mentah maupun bahan setengah jadi. Sama dengan sumber daya lainnya, manusia memerlukan perlakuan khusus tertentu yang akan menjaganya tetap “baik untuk digunakan”, sob. Ibarat makanan dan minuman yang memiliki best before (tanggal kadaluarsa), sumber daya manusia dapat menampilkan performa terbaiknya jika diberikan dorongan sesuai kebutuhannya.

Pemenangnya adalah yang mempersiapkan dirinya dan menunggu saat lawan tidak dalam keadaan siap. Jika lawan selalu berada dalam keadaan siap, persiapkan dirimu sebaik-baiknya dengan perencanaan yang matang agar ketika waktunya tiba, kamu bisa babat habis lawan-lawanmu. Bukan berarti kamu menunggu saat yang tepat untuk menyerang tetapi pisaumu dibiarkan tumpul. Practice makes perfect though!

Kemampuan yang tidak dirintangi oleh penguasa akan memenangkan segalanya. Istilah penguasa sangat dekat dengan regulasi dan kebijakan terkait yang akan mempengaruhi ruang gerak kita sebagai pebisnis. Mengingat kebijakan yang baik adalah kebijakan untuk kepentingan bersama bagi semua orang, pastikan kepentinganmu dilindungi juga oleh regulasi yang ada. Jika belum ada maka jadikan ada, tanpa merusak kepentingan orang lain yang akan merusak kepentinganmu di masa depan. Think again.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 315