Hewan Asli Kalimantan Ini Harus Kamu Lihat Langsung dan Lestarikan Sebelum Punah

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Lainnya
dipublikasikan 18 September 2017
Hewan Asli Kalimantan Ini Harus Kamu Lihat Langsung dan Lestarikan Sebelum Punah

Kalimantan masih menjadi surga bagi flora dan fauna langka. Di sana terdapat banyak hewan yang tentunya tidak mungkin kamu lihat sehari-hari di pulau lain di Indonesia. Isu ancaman kepunahan akibat buruan masyarakat, alih fungsi lingkungan, serta kehilangan rantai makanannya selalu siap mengintai hewan-hewan ini. Jika telah punah, hewan ini hanya akan menjadi legenda bagi anak-cucu setelah generasi kita, Inspirator. Hewan apa saja itu?

Sus scrofa vittatus

Babi hutan (banded pig) asal Kalimantan ini memiliki kepala berbentuk kerucut terpotong, mata kecil, dan badan silinder panjang dengan kaki depan yang lebih pendek daripada kaki belakang. Tinggi badan hewan endemik ini sekitar 70 cm dan berat hingga 100 kg dengan rambut halus di sepanjang tengkuk berwarna hitam. Ketika dalam keadaan bahaya, rambut tersebut berdiri tegak. Dapat hidup di semenanjung Thai-Malaya, babi hutan ini tidak tahan pada suhu panas dan nyaman dengan temperatur lingkungan sekitar 38,9 C. Penyebab ia berada di ambang kepunahan adalah perusakan hutan, kebakaran, dan perburuan liar menjadi alasan terbesar mengapa babi ini terancam hilang dari peradaban Kalimantan.

Rheithrosciurus macrotis

Sudah pernah dengar vampir asal Kalimantan ini, Inspirator? Vampir jenis tupai karena meminum darah hewan lain ini dapat ditemui di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat. Hidup nokturnal, hewan ini memiliki bulu telinga panjang dan ekor yang lebih besar sekitar 30% dari bentuk tubuhnya. Tupai ini diceritakan oleh warga setempat memiliki sifat yang tergolong agresif, pun diduga mampu membunuh kijang dengan merobek tenggorokannya lalu meminum darahnya. Meski begitu, perilaku unik tupai ini belum bisa dipastikan oleh ilmuan akibat penampakannya yang hanya bisa dihitung jari.

Barbourula kalimantanensis

Katak kepala pipih asal Kalimantan ini merupakan hewan endemik langka karena sedikitnya populasi dan kerusakan habitat. Berbeda dengan katak lain, katak ini tidak memiliki paru-paru karena hidup sepenuhnya di wilayah sungai berair dangkal di Kalimantan. Air sungai ideal menurut habitat katak tersebut harus jernih, cukup dingin, deras, dan berbatu-batu sehingga ia bisa tinggal nyaman serta bersembunyi di bebatuan.

Lanthanotus borneensis

Nama latin dari biawak tak bertelinga asli Kalimantan ini adalah Lanthanotus borneensis. Biawak tak bertelinga asal Sarawak, Kalimantan ini luput dari perhatian publik karena sering muncul di malam hari dan memiliki sarang di bawah tanah. Menurut laporan Mongabay, hanya sedikit informasi tentang hewan semiaquatik (kadang hidup di darat dan di air) ini karena sejak 1877-1961 hanya terdapat 12 dari 100 spesimen kadal yang dikumpulkan. Ciri yang mudah dilihat dari biawak ini adalah kulit luar berwarna coklat tua di bagian atas dan coklat muda di bagian bawah, bergerigi seperti buaya tersusun teratur dari mulai kepala sampai ekor, tidak ada lipatan gular, hidung tumpul, tidak adanya telinga eksternal atau indra pendengaran lain yang terlihat, dan memiliki panjang tubuh hingga 55 cm. Perilaku hewan ini tidak banyak diketahui sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut tentang satwa misterius ini agar tidak punah.  

 

 

  

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 107