Sadarkah Kamu Telah Dibohongi Dunia? Ini Dia Kebenaran yang Ternyata Sesat

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 18 September 2017
Sadarkah Kamu Telah Dibohongi Dunia? Ini Dia Kebenaran yang Ternyata Sesat

Merasa dibohongi? Hmm, rasanya pasti campur aduk ketika kamu akhirnya mengetahui betapa selama ini kepercayaan yang diamini oleh logikamu tiba-tiba diragukan oleh pikiranmu sendiri. Fakta dan kesimpulan dari proses berpikir terdahulu seperti harus kembali dari awal karena tong pikiranmu tiba-tiba memerlukan informasi tambahan akan kebenaran yang benar terjadi. Tapi tunggu dulu, tenang. Mungkin selama ini kamu sebenarnya memang telah dibohongi, hanya saja semuanya terungkap perlahan seiring berjalannya waktu. Sebab sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, kecuali ia bukan tupai.

Jika kamu pernah mendengar sebuah kutipan terkenal Joseph Goebbels, propagandis Nazi dan pendukung setia Adolf Hitler, “repeat a lie often enough and it becomes the truth”, pasti kamu mulai menyadari relasi antara kebohongan yang kamu (sadari telah kamu) alami dengan kebenaran yang sebenarnya. Mengulangi sebuah kebohongan berkali-kali dan kebohongan itu menjadi sebuah kebenaran dikenal sebagai salah satu cara yang di break down oleh ilmu psikologi sebagai ilusi kebenaran. Ilusi kebenaran (illusory truth) ini dianggap oleh banyak psikolog sebagai kelemahan diri manusia yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang berkepentingan, semisal para penyebar rumor dan orang-orang yang bergelut di dunia marketing, periklanan, serta politisi.

Membuat orang percaya dengan kebohongan yang telah dipersiapkan, menurut Lisa Fazio dalam jurnal berjudul Knowledge Does Not Protect Against Illusory Truth, memerlukan kesabaran dan keahlian khusus setelah latihan beberapa waktu. Pasalnya, kebohongan yang (terlihat) masuk akal hanya dapat diberikan setelah target orang atau kelompok memiliki pengetahuan tentang suatu hal. Berawal dari pengetahuan tersebut, disisipkanlah propaganda tertentu yang telah disiapkan dari pernyataan benar (pengetahuan) seseorang. Walaupun seseorang mengetahui kebenaran yang sangat benar, saat ia diberikan pengulangan (reinforcement) berbeda ia akan merasa kebohongan itu seolah-olah benar. Namun, pengetahuan lama sebelum proses penyisipan akan tetap diingat olehnya.

Setelah menyadari betapa riskannya pikiran manusia untuk disusupi oleh berbagai macam ilusi, ada beberapa hal yang bisa menguatkan pengetahuan manusia, bahkan juga bisa menentukan apakah sebuah ilusi sungguh betul atau tidak. Bukan hanya mengandalkan logika berpikir dan bertanya tentang berbagai macam alasan yang mungkin ada, Inspirator, tetapi juga menggunakan sumber data valid serta terpercaya. Caranya? Mencari informasi yang sama dari berbagai sumber, repeat checking, karena illusory truth dapat mengenai tiap-tiap orang pemilik pengetahuan. Bahkan pada orang-orang yang sangat banyak tahu. So warn your mind every single day, Inspirator.

 




*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 68