Teknologi Paling Juara dalam Sebuah Perpustakaan Ini Belum Ada di Indonesia

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Teknologi
dipublikasikan 14 September 2017
Teknologi Paling Juara dalam Sebuah Perpustakaan Ini Belum Ada di Indonesia

Anyarnya fasilitas perpustakaan dan berbagai pembaharuan dalam bidang literasi kerap menjadi perbincangan paling dinanti di Indonesia. Pasalnya, angka literasi di Indonesia berada pada peringkat dua terbawah setelah Bostwana, menurut riset yang dilakukan oleh Central Conneticut State University di tahun 2016. Jumlah angka buta huruf pun tak kalah fantastis, yaitu mencapai 5.984.075 orang, menurut Pusat Data dan Statistik Kemendikbud tahun 2015. Kini, Perpustakaan Nasional memiliki gedung baru disertai fasilitas menarik, seperti ruang bermain anak-anak untuk mempromosikan betapa menyenangkannya membaca pada anak dan berbagai kemutakhiran lainnya.

Meski begitu, apakah minat baca masyarakat akan meningkat dengan adanya perpustakaan baru tersebut? Lalu, sebenarnya, apa fasilitas atau teknologi impianmu agar seluruh lapisan rakyat menggemari buku dan bahan bacaan lainnya? Adakah salah satunya di bawah ini?

Aplikasi GPS

Perpustakaan Nasional terbaru memiliki 24 lantai dengan 3 basement. Bisa dibayangkan, berapa banyak buku yang akan tersimpan di sana? Bagi orang yang mengerti cara mencari buku dan bahan bacaan tujuan akan langsung menanyakan pada petugas perpustakaan, atau melihat tanda-tanda di sana. Jika perpustakaan ini milik pemerintah, akankah mungkin aplikasi GPS khusus Perpustakaan Nasional berisi lokasi buku tujuan disimpan dan arahan digital dibuat khusus bagi pengunjung yang terkoneksi dengan sambungan internet dari perpustakaan? Sehingga pencarian buku akan lebih efektif dan waktu baca akan lebih maksimal.

Robot Pengantar Buku

Hari ini, perpustakaan konvensional masih membiarkan pengunjungnya untuk tidak bermanja-manja dengan teknologi. Ia masih mengambil bukunya sendiri, dari ujung gedung satu ke sisi seberangnya. Seandainya ada robot pengantar buku, berupa drone, misalnya. Mungkin pikiranmu akan lebih kreatif membayangkan cara bagaimana hasil bacaanmu bisa lebih bermanfaat bagi umat. Perkara argumen akan lebih baik jika situasi seperti itu dimanfaatkan untuk “olahraga” di dalam perpustakaan dengan berjalan jauh di lorong-lorong perpustakaan, bukankah berjalan jauh lebih asyik di lakukan ketika mood untuk membaca buku sedang tidak berada di puncak bukit?

Digital Interface Print

Buku elektronik atau e-book memang sudah ada di dunia literasi kita sejak berkembangnya teknologi digital. Sehingga, mencetak buku atau memotretnya sudah tidak sesuai dengan zaman ketika tersedia buku elektronik. Namun, ada beberapa buku yang tidak tersedia dalam bentuk elektroniknya, pun, tanpa memenuhi memori penyimpanan pada gadget, bagaimana jika beberapa buah “mesin cetak digital” tersedia di setiap sudut perpustakaan? Fungsinya seperti cara kerja mesin scanner. Hanya saja, kamu tinggal mengarahkan buku pada sensor mesin, lalu arahkan jarimu sesuai dengan bagian buku yang ingin kamu simpan ke dalam bentuk elektronik, dan ingin dicetak. Wah! Bakal senang deh kamu mengunjungi perpustakaan!

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 149