Seberapa Penting Investasi Bagi Anak Muda? Ada 4 Pertimbangannya

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Ekonomi
dipublikasikan 14 September 2017
Seberapa Penting Investasi Bagi Anak Muda? Ada 4 Pertimbangannya

Reksa dana, saham, dan pasar modal, siapa yang tak paham? Pasti kamu mengira anak-anak muda, karena penanam saham biasanya adalah kakek-nenek atau ayah-ibumu. Jangan salah, Inspirator, terdapat sekitar 8.000 orang investor berusia 26 hingga 30 tahun dan 6.000 orang investor muda berusia 17 hingga 20 tahun yang menanam sahamnya di Bursa Efek Indonesia per Februari 2017. Jumlah tersebut cukup banyak meski masih terdapat anak-anak muda usia produktif di Indonesia yang awam perihal saham dan belum meratanya jumlah shareholder saham.

Fyi, orang yang pernah menjadi orang terkaya di dunia, Warren Buffet, memulai investasi melalui pasar modal di usia yang jauh lebih muda dibanding pemuda Indonesia menanam saham, lho, yaitu 11 tahun. Berikut alasan mengapa kamu perlu mengenal dan menginvestasikan tabunganmu pada pasar modal.

Keuntungan

Semua orang menabung untuk keuntungan di masa depan. Alih-alih menghabiskan uangnya pada sesuatu yang sekali habis tanpa bisa dirasakan manfaatnya ketika suatu saat dibutuhkan, beberapa orang tertentu memilih upaya menabung di luar cara-cara konvensional seperti menabung di bawah bantal atau berbentuk tabungan biasa dan deposito. Mereka memilih cara investasi masa depan dalam bentuk lain, yaitu saham, obligasi, emas, mata uang asing, properti, hingga barang-barang koleksi.

Kebebasan Finansial

Melalui tabungan berbagai bentuknya, kamu tentu memiliki rasa aman yang disebut “kebebasan finansial” di masa depan. Kamu sudah bisa tidak bergantung dengan orang tua atau apapun pekerjaanmu karena aset yang kamu miliki. Hal ini menarik, karena selain kamu sudah dianggap golongan menengah ke atas, biasanya kamu juga tidak bergantung pada cara mencari keuntungan lewat satu jalan saja, seperti bekerja normal dari jam 8-5.

Melatih Ketekunan

Kamu sudah memahami tentang berbagai cara investasi, semisal saham. Ketika kamu menyadari betapa diperlukannya kesabaran, kecerdikan, dan ketepatan waktu untuk mengelola sekian banyak lot (lembar saham) agar mendapatkan timbal balik menguntungkan, tanpa kamu sadari ketekunanmu selalu diuji. Akhirnya mungkin suatu saat nanti, berawal dari dividen kosong, kamu bisa mendapatkan banyak dividen, blue chip, dan menjadi preferred stock (investor utama) yang bisa mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan kebijakan perusahaan seperti pemilik aslinya. Keren kan?

Menjauhi Sifat Konsumtif

Bagian ini paling mendasari segalanya, terutama bagi kamu, anak muda. Kamu sudah memahami betapa sulit untuk tekun mengumpulkan pundi-pundi investasi keperluan jangka panjangmu? Setelah itu, secara tidak langsung kamu akan sadar bahwa setiap pencapaian usaha kerasmu tidak mungkin kamu habiskan untuk hal cuma-cuma. Biasanya kamu akan termotivasi untuk mencapai (mengumpulkan) berbagai bentuk investasi lain, selain menikmati hasil kerja kerasmu dengan seperlunya saja.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 86