Bekerja Lebih Keras, Pengusaha Indonesia Ini Sukses di Negeri Singa

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 13 September 2017
Bekerja Lebih Keras, Pengusaha Indonesia Ini Sukses di Negeri Singa

Di mana pun kamu berada, jika darahmu adalah darah pebisnis, kamu pasti lebih peka pada segala hal berbau bisnis. Jika dipikir, berbisnis di negara sendiri terkadang hampir mustahil bagi sebagian orang. Tetapi ternyata ada orang-orang biasa berasal dari Indonesia yang menjadi luar biasa karena berhasil membangun kerajaan bisnis di negeri tetangga lho, Singapura. Siapa saja?

Yulianty

Namanya memang tidak setenar pekerja seni di televisi. Hanya saja, nama perempuan kelahiran Aceh ini mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah bisnis Asia. Perempuan yang lebih akrab disapa Julie Shie ini memiliki 14 perusahaan diantaranya perusahaan properti dan perusahaan jasa forwarding bernama Worldwide Property Investment Ltd. Perusahaan jasanya telah berada di Singapura, Indonesia, Thailand, dan China. Perlu diketahui, darah bisnis Julie menurun dari ayahnya yang seorang pengusaha angkutan serta laundry. Sejak kecil, bermodal uang jajan yang diberi sangat sedikit oleh ayahnya karena keluarganya berprinsip untuk menghargai uang, ia mampu berjualan dan belajar berbisnis semenjak sekolah dasar hingga ia berada di sekolah menengah atas. Kesuksesan bisnisnya diakui oleh Julie karena dalam dirinya selalu ada keinginan untuk berbisnis, mengasah ketekunan, dan menjaga komitmen agar bisnisnya selalu berjalan seperti yang telah direncanakan.

Sukanto Tanoto

Pernah dengar Royal Golden Eagle? Perusahaan yang berfokus pada hasil sumber daya alam yang berpusat di Singapura ini dirintis oleh pengusaha dari Medan, Indonesia, lho. Bisnis Sukanto Tanoto diawali dengan menjadi pemasok suku cadang bagi industri minyak dan konstruksi. Setelah sukses menjadi pemasok, tak puas, ia mencoba peruntungan pada bisnis kayu lapis. Dimulai dari kayu lapis, ia merambah bisnisnya di bidang sumber daya alam lainnya seperti kelapa sawit dan berbagai hasil hutan yang dijadikan pembangkit tenaga listrik serta pulp dan kertas. Nilai-nilai yang dipelajari dari bisnisnya selama ini adalah tanggung jawab dalam bisnis. Menurutnya, tidak ada perusahaan yang sukses jika seluruh komponen perusahaannya melalaikan tanggung jawab. Sekarang, roda bisnis Sukanto Tanoto dikendalikan oleh dirinya dari Negeri Singa.

Johnny Harjantho

Pengusaha jasa transportasi bernama Smart Group di Singapura ini lahir di Medan. Kerja kerasnya di Singapura berawal dari mengimpor barang-barang yang berasal dari Singapura ke Indonesia. Kegiatan jual beli barang tersebut dilakoninya selama 10 tahun sebelum menikah dengan perempuan asal Singapura dan menetap di sana. Usahanya berganti dan ia memulai usaha rental mobil dan mesin pencetak uang dari nol di negara tetangga tersebut pada tahun 1991. Cikal bakal bisnis transportasinya berasal dari bantuan pinjaman bank atas mobil-mobil yang dibelinya. Kala itu ia mengalami perjuangan berat, namun hambatan tersebut justru memacu dirinya untuk tetap melanjutkan usahanya dengan tekad kuat tanpa berhenti berpikir dan melakukan sesuatu.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 97