Tak Hanya Entrepreneur, Ada Sociopreneur dan Ecopreneur Juga. Apa Tuh?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 13 September 2017
Tak Hanya Entrepreneur, Ada Sociopreneur dan Ecopreneur Juga. Apa Tuh?

Entrepreneur dikenal sebagai orang yang melakukan kegiatan bisnis. Seiring berjalannya waktu, dengan mengingat bahwa kegiatan bisnis memiliki tujuan bervariasi, istilah entrepreneur berkembang menjadi bermacam-macam tergantung kegiatan bisnis yang dilakukan pebisnis. Kegiatannya sudah pasti berfokus pada unsur-unsur ekonomi dan untung rugi. Meski begitu, ada lho istilah turunan dari Entrepreneur yang tidak murni membawa arah bisnis pada profit saja, seperti Sociopreneur dan Ecopreneur. Apa yang membedakan Entrepreneur dengan istilah lainnya?

Sociopreneur

Menurut Ivan Massow dan Emma Harrison, Sociopreneur adalah orang yang berniat merajut usaha bisnisnya hanya karena dan untuk kepentingan mengubah dunia dari aksi sosial. Sehingga tak heran jika dalam sociopreneurship agenda-agenda bisnisnya akan menggiring perubahan sosial pada masyarakat, dari masyarakat minim kemampuan menjadi masyarakat berdaya. Membuat bisnis yang kental akan kegiatan sosial perlu diawali dengan membangun kegelisahan dalam diri terhadap permasalahan di masyarakat, semisal Vania Santoso yang mengubah kantung semen menjadi aksesoris menarik bersama dengan masyarakat sekitar Gresik, Jawa Timur, atau dr Gamal Albinsaid di Malang, Jawa Timur, yang meminta bayaran sampah pada pasien alih-alih uang untuk berobat.  

Ecopreneur

Mirip dengan Sociopreneur, Ecopreneur mengubah masalah-masalah lingkungan untuk menjadi peluang bisnis. Biasanya setiap sociopreneur yang baik juga memiliki jiwa seorang ecopreneur. Pasalnya, selain akan membantu kelestarian lingkungan, keuntungan dari ecopreneurship yang akan didapatkan para ecopreneur adalah menaikkan taraf hidup komunitas-komunitas di masyarakat. Para ecopreneur akan sangat memperhatikan daya dukung lingkungan dalam menjalankan bisnis serta meminimalisasi dampak bisnis terhadap lingkungan. Mereka berpikir jangka panjang dan sustainability, “Untuk apa berbisnis jika tempat tinggal semua orang akan hilang karena dampak bisnis?” Misalnya brand terkenal The Body Shop yang mengusung green economy dan gerakan hijau dengan tidak menggunakan hewan untuk uji coba klinis.

Socioecopreneur

Selain kedua istilah entrepreneur di atas, muncul istilah baru socioecopreneur yang menggabungkan antara sociopreneur dan ecopreneur. Bedanya, socioecopreneur dapat mendukung pembangunan berkelanjutan yang diprogramkan oleh pemerintah berdasarkan komitmen seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Socioecopreneur biasanya mampu mengambil risiko dan peluang bisnis dengan memanfaatkan semua sumber daya dengan efektif dan efsien tanpa menelantarkan dampak sosial maupun lingkungan untuk mendapatkan keuntungan. Seperti yang dilakukan oleh Yayasan Nara Kreatif, ia berhasil mengelola limbah batang pisang menjadi produk daur ulang kertas dengan melibatkan anak-anak jalanan.

 

 


*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 48