Mengelola Keuangan Bersama Pasangan: Kamu Harus Bisa Hadapi Masalah Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Ekonomi
dipublikasikan 13 September 2017
Mengelola Keuangan Bersama Pasangan: Kamu Harus Bisa Hadapi Masalah Ini

Kejadian mengerikan bisa terjadi ketika situasi kepepet muncul, apapun kejadiannya, tanpa pandang bulu pada siapapun, termasuk kepada para jomlo dan mereka yang sudah berkeluarga. Seperti beberapa waktu lalu, kejadian mengerikan berupa pembunuhan terjadi pada pasutri karena kegagalan pengelolaan gaji oleh keduanya. Seolah tiap-tiap alasan yang berakar dari permasalahan ekonomi membolehkan setiap manusia untuk bertindak barbar. Sebenarnya apa saja permasalahan umum keuangan antara pasangan di masyarakat?

Pemali

Permasalahan keuangan masih tabu dibicarakan bagi banyak pasangan. Saling terbuka mengenai hal-hal sensitif dianggap pemali, hingga kebanyakan orang akan bingung ketika mengawali pembicaraan ini. Memang permbicaraan hal-hal sensitif tidak bisa langsung dibicarakan straightforward tanpa prolog, apalagi pada pasangan yang belum dianggap serius. Tetapi, membicarakan uang dan segala sangkut pautnya di waktu yang tepat bersama pasanganmu akan mempermudah beban pikiran bawah sadarmu lho. Mengingat uang termasuk barang primer. Mulailah dengan dimana kakimu dan kaki pasanganmu berpijak hari ini, berapa gaji kalian, berapa kebutuhan belanja kalian sehari-hari, lalu dilanjutkan dengan kesepakatan mengenai keseriusan kalian mengatur keuangan bersama di masa depan.

Pembagian Peran

Pembagian peran antar pasangan atau gender tengah menjadi masalah di masyarakat. Meski permasalahan tersebut perlahan-lahan diselesaikan, masyarakat awam yang belum memahami lebih jauh tentang apa perbedaan sex dan gender masih menelan bulat-bulat bahwa isu kesetaraan gender tidak diperlukan karena bertentangan dengan nilai-nilai di masyarakat, semisal nilai keagamaan. Sehingga, karena satu dan lain hal, permasalahan ekonomi keluarga yang umum tidak jauh dari istri tidak dibiarkan bekerja, atau boleh bekerja tetapi dengan gaji yang tidak lebih besar dari suami, dan lainnya. Akibatnya ketika dihadapkan pada situasi tertekan, pertikaian antar pasangan berisiko untuk terjadi. Bagi yang sudah menahannya sekian lama bersama timbunan permasalahan lain, risikonya akan meningkat.

Melupakan Batasan Pribadi

Permasalahan sosial, gender, layak dan tidak layak bagi suami dan istri yang ditentukan oleh masyarakat biarlah menjadi suara-suara pelengkap kehidupan pribadimu bersama pasangan. Masalah dan solusi yang ditawarkan oleh masyarakat tidak bisa dijadikan acuan untuk menyelesaikan permasalahan internal berdua bersama pasangan. Batas bagi pasanganmu pasti berbeda dengan batas yang dimiliki oleh orang lain perkara keuangan, sob. Sebagai pasangan, sebaiknya hanya kamu dan pasanganmu yang mengetahui bagaimana cara mengkompromikan semuanya berdua.

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 41