Inovasi Bisnis Ritel dan Teknologi: Belajar dari Ahlinya Yuk!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 12 September 2017
Inovasi Bisnis Ritel dan Teknologi: Belajar dari Ahlinya Yuk!

Berbisnis di zaman sekarang cukup menantang, terutama disebabkan karena banyak orang mengalami penurunan daya beli, yang mungkin terjadi setiap saat. Kala itu, pebisnis tidak hanya perlu melihat kebutuhan yang dirasa paling penting untuk calon konsumen, tetapi perlu merancang inovasi pada semua ide bisnisnya. Menurut situs Business.gov.au, inovasi bisnis dapat berupa perubahan proses dalam membuat sesuatu yang akan menciptakan sebuah hasil berbeda untuk ikut beradaptasi terhadap perkembangan pasar. Hasil itu bisa berupa sebuah proses yang lebih efektif atau sesuatu yang benar-benar berbeda dengan produk sebelumnya (benar-benar baru).

Inovasi bisnis di pasaran biasanya laku karena muncul perbaikan dari sebuah produk yang sudah terlebih dahulu ada. Ketika tren sudah akan berganti, para inovator selalu membuat diri mereka mengembangkan produknya dan akhirnya mereka mendominasi industri yang sedang berkembang. Responsif! Perkembangan dalam sebuah bisnis pun membutuhkan banyak saran dari orang lain, cerita inspiratif dari orang-orang yang telah melakukan inovasi, dan mempersiapkan diri untuk selalu beradaptasi. Mari lihat cerita tentang orang-orang yang berhasil berinovasi pada bisnisnya.

Wal-Mart

Wal-Mart, toko ritel terbesar di Amerika Serikat, didirikan oleh Sam Walton pada tahun 1962. Saat itu, terdapat usaha ritel lain yang hanya mendominasi pasar-pasar di perkotaan. Pasar modern belum memasuki desa-desa di Amerika. Ciri khas pasar modern di perkotaan masa itu juga memiliki harga-harga yang cukup mahal dibandingkan dengan di pedesaan. Sam Walton, yang memang sudah pernah bekerja di toko ritel J.C Penney lalu Ben Franklin saat itu, akhirnya membuka banyak toko di pedesaan dengan diskon yang dibutuhkan oleh warga desa dan pastinya dengan harga lebih murah. Sehingga ketika resesi ekonomi Amerika pun tokonya, Wal-Mart, tetap memiliki penjualan yang tetap tinggi.

Scour-Red Swoosh-Uber

Ketiga perusahaan tersebut dibuat oleh orang yang sama, yaitu Travis Kalanick. Berbekal ilmu pengetahuan yang didapat dari University of California, Los Angeles, di jurusan Teknik Komputer, ia banyak menciptakan inovasi di bidang teknologi online. Di tahun 2000, ia menciptakan mesin pencari multimedia Scour untuk menyediakan layanan peer-to-peer sharing meski akhirnya perlu menyatakan diri bangkrut karena ingin menghindari urusan dengan tuntutan-tuntutan hukum. Tidak berhenti di situ, Scour diubah menjadi Red Swoosh yang mampu mengefisiensikan bandwith file transfer berukuran besar hingga akhirnya perusahaan tersebut diakuisisi oleh perusahaan teknologi lain, Akamai Technologies. Lalu akhirnya ia bersama Garrett Camp dan Ryan Graves membuat inovasi dan efisiensi pada bidang transportasi dengan niat menghubungkan pengemudi taksi dan calon penumpang dalam satu jaringan online yang sama.

 

 

 *Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 55