Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Wisata 10 September 2017   17:25 WIB
Tanpa Sihir, Semua Orang Ingin Kembali ke Tempat Wisata Favorit Karena Ini

Wisata menjadi salah satu tempat paling menjanjikan bagi dunia bisnis. Karena alasan tidak setiap hari seorang wisatawan berkunjung ke suatu tempat, betapa pun tinggi harga yang ditawarkan oleh penjual hampir selalu dibeli oleh wisatawan saat ia berlibur. Meski akhirnya hal itu berpeluang membuatnya tidak berniat untuk kembali lagi berwisata akibat tawaran lokal yang irasional, sebenarnya apa yang membuat orang-orang berbondong-bondong untuk kembali berwisata ke tempat yang sama? Simak tulisan berikut ya!

Puas atau Tidak?

Puas setelah berlibur di suatu tempat, menurut Metin Kozak dan Mike Rimmington dalam jurnal berjudul Tourist Satisfaction with Mallorca, Spain, as an Off-Season Holiday Destination, didapat karena ada kesesuaian antara harapan dengan kenyataan yang ada di tempat wisata. Harapan tersebut menjadi konstruk nilai berupa semua kesimpulan sementara setelah melihat promosi. Meski berupa kesimpulan sementara, ketika promosi dari sebuah tempat wisata terlalu berlebihan di luar kenyataan, wisatawan yang datang akan kecewa karena di pikirannya sudah terdapat pelbagai kesenangan yang ternyata palsu.

Persepsi Kualitas Pelayanan

Selama ini, kepuasan yang kamu alami seringkali berbeda dengan kepuasan orang lain. Terutama ketika berbicara tentang kualitas pelayanan di tempat wisata. Setiap orang memiliki kriteria sendiri dalam dirinya yang membuat ia merasakan puas atau tidak. Menurut Chris Cooper, penulis buku Tourism: Principles and Practice, kepuasan tersebut didapat dari aksesibilitas tempat wisata, atraksi yang diberikan, fasilitas akomodasi, keramahan penyedia tempat wisata, dan pelayanan lainnya. Sehingga seluruh pelayanan di tempat wisata yang didapatkan seseorang membuatnya menyimpulkan satu kenangan baik  atau buruk terhadap tempat wisata tersebut.

Kedua penyebab di atas menjadi dasar munculnya perilaku niat pelancong untuk kembali ke tempat wisata idaman. Seseorang bisa merencanakan kembali, juga mengantisipasi agar tidak kembali ke tempat tersebut, karena ada tidaknya kekecewaan serta kesamaan penarikan kesimpulan dalam mempersepsikan konsep yang ditawarkan oleh tujuan wisata. Terlebih semua kepuasan dan ketidakpuasan setelah berkunjung ke suatu tempat dapat dengan mudah disebarkan oleh pelancong tersebut ke media sosial. Pengelola tempat wisata pun akhirnya perlu lebih mempertahankan perilaku niat wisatawan untuk tetap akan kembali berkunjung. Maka akan lebih baik jika tim pemasaran bekerjasama bersama tim lain di tempat wisata tersebut agar pelancong tetap ingin kembali berlibur di sana karena kebahagiaan nyata yang ditawarkan.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

Karya : Inspirasi Entrepreneurship