Di Balik Anehnya Keinginan Membuang Sampah Sembarangan Saat Liburan

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 08 September 2017
Di Balik Anehnya Keinginan Membuang Sampah Sembarangan Saat Liburan

Pernah melihat jumlah sampah di tempat-tempat tertentu saat musim liburan? Jumlahnya lebih banyak dibandingkan saat momen-momen di luar jadwal liburan kebanyakan orang. Normal, jumlah pengunjung yang datang juga lebih berjubel daripada hari biasa. Namun sebenarnya apa kiranya penyebab kebanyakan orang ingin melemparkan bekas makanan dan minumannya, atau apapun yang ingin ia buang, di sepanjang pandangan menakjubkan selama kamu menikmati waktu liburanmu? Berdasarkan rangkuman beberapa sumber, kami punya dugaan kuat mengapa orang-orang melakukan hal menyebalkan itu. Apa saja? Yuk disimak!

Pengetahuan

Menurut Lawrence Green, seorang ahli perilaku, masalah yang dialami banyak orang bersumber dari pengetahuan mereka sendiri, sob. Pengetahuan yang berujung pada sikap dan keyakinannya dirinya terhadap suatu permasalahan akan menjadi faktor predisposisi hingga ia nantinya melakukan sebuah tindakan tertentu. Orang-orang dengan ketidaktahuan akan sampah, yang notabene adalah barang penuh kuman sisa aktivitas manusia, menjadi salah satu penyebab tertinggi munculnya berbagai penyakit di masyarakat.

Sampah bisa menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya, lho. Bayangkan, sampah plastik yang terbang berkelana dari tempat liburanmu ke jalan raya tempat orang berkendara dengan kecepatan beragam. Sampah itu akan menutupi pandangan matanya pada jalan di depannya dan menyebabkan kecelakaan, minimal hampir celaka. In particular exception, things gonna gone bad and getting worse, Inspirator.

Fasilitas

Lawrence Green berpendapat bahwa, “Tanpa fasilitas yang bisa memadai faktor predisposisi, sebuah perilaku ideal di masyarakat tidak akan tercapai”. Nyatanya betul, bagi kamu yang sudah memahami pentingnya membuang sampah di tempat sampah pasti mengerti. Sebal nggak sih kalau ingin membuang sampah tetapi tidak ada tempat sampah? Atau tempat sampahnya ada di ujung jalan berseberangan jauh dari tempatmu berada? Wew. Lebih baik sampahnya dikantongi dan dibawa pulang kan? Lalu, bagaimana dengan sampah-sampah berukuran relatif besar tanpa tempat sampah yang memadai? Harap tenang saudara-saudara. Harap tenang, ini ujian.

Tim Penjaga Kebersihan

Selain dua alasan di atas, tidak lengkap rasanya tanpa penyejuk mata berpakaian oranye seperti di pinggir jalan-jalan protokol yang selalu bersiaga membersihkan lingkungan tersebut. Menurutmu, ksatria berbaju oranye itukah yang bertanggung jawab untuk membersihkan sampahmu dan semua hal kotor yang telah kamu perbuat? Hohoho. Memang bukan. Ini juga yang Lawrence Green simpulkan dari ada apa di balik semua perilaku manusia, terutama ketika berada di tempat umum dan saat sedang liburan.

Orang-orang seperti petugas kebersihan sebetulnya bisa di naikkan derajatnya dan lebih dihargai oleh seluruh lapisan masyarakat. Caranya? Diberi wewenang untuk mengingatkan orang-orang di sekitar “wilayah jajahannya” agar turut berpartisipasi menjaga lingkungan, tanpa melupakan tanda-tanda hijau penghimbau masyarakat bertuliskan “Buanglah sampah pada tempatnya” dan “Denda sekian ratus ribu”. Kelompok oranye tersebut pun bisa menjadi salah satu role model paket komplit dari dinas kebersihan (atau divisi kebersihan), lho, agar masyarakat sadar betapa pentingnya lingkungan yang sehat dan estetik hasil foto di social media.

Lalu, menurutmu, adakah alasan lain selain beberapa alasan di atas?

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 36