Kebanggaan Atas Profesi Hilang, Inikah Alasan Sebenarnya?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 07 September 2017
Kebanggaan Atas Profesi Hilang, Inikah Alasan Sebenarnya?

Konflik dalam suatu profesi sering terdengar bergantian mengisi perbincangan di media massa. Mulai dari kisruh satu profesi tertentu dengan pemerintah, pengguna, hingga sesama profesi lainnya. Tanpa sadar, mulai muncul keinginan untuk tidak menjadi bagian dari profesi yang selama ini diimpikan. Hasrat memperjuangkan profesi juga pergi menghilang tanpa tahu kapan akan kembali. Selain karena alasan kekecewaan dengan beberapa pihak, apa lagi kiranya yang membuat kebanggaan seseorang akan profesi impiannya luluh lantak? Berikut ini alasan-alasan yang telah penulis rangkum dari berbagai sumber.

Alasan Administratif

Bagi beberapa profesi yang memiliki sertifikat keahlian akan memberikan kebanggan tersendiri bagi masing-masing pengampu profesi. Sedangkan beberapa profesi lain sangat sulit dan lama ketika ingin mendapatkan sertifikat tersebut. Meski bukti dalam kertas tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan pengakuan berbentuk bukti nyata, tidak memiliki sertifikasi keahlian berbentuk sertifikat terasa kurang sepadan dengan keringat yang telah dikeluarkan selama ini. Hal ini terjadi pada orang-orang di negara-negara maju, terutama yang telah menyadari pentingnya persyaratan administratif.

Kekerasan di Tempat Kerja

Kekerasan berbentuk fisik dan mental terjadi di berbagai belahan dunia setiap harinya. Di California, Amerika Serikat, sebanyak 75% pekerja yang tergabung dalam organisasi kepemimpinan pekerja dan jaminan serikat pekerja mengalami kekerasan di tempat kerja. Belum lagi jumlah korban kekerasan yang tidak tercatat ataupun terlapor. Terdeteksi maupun tidak, menurut Joseph M. Rey; Gary Walter; dan Michael Giuffrida dalam Australian and New Zealand journal of Psychiatry, pekerja yang mengalami kekerasan di tempat kerjanya rentan mengalami penurunan kebanggaan atas profesinya.

Stress

Sumber dari stress di tempat kerja bisa bermacam-macam, termasuk kekerasan di tempat kerja. Bukan karena seseorang lemah dalam menghadapi kenyataan yang ada, tetapi karena kondisi lingkungan kerjanya menekan mereka sedemikian rupa. Stress bisa didapat oleh seorang pekerja, menurut Joseph M. Rey, Gary Walter, dan Michael Giuffrida, ketika ia mengalami ketidakpuasan ketika mengemban profesinya. Saat itu juga, seseorang dapat memiliki kebanggaan yang minim akan profesinya sendiri.

Ekspektasi

Iming-iming gaji, waktu luang, dan tuntutan pekerjaan biasanya menjadi alasan mengapa seseorang ingin memiliki profesi tertentu. Selain itu, apa yang membuat ekspektasi seseorang pada suatu profesi berubah? Di masing-masing profesi tentu membuatmu memiliki ekspektasi berbeda. Penyebab hilangnya kebanggaan atas profesi, menurut American Psychological Association, biasanya dimulai dari tidak terpenuhinya ekspektasi dan ketidakpuasan lain selain tiga iming-iming tadi. Terutama jika terjadi terus-menerus.

 

  

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 111