Bahaya Bias Kognitif: Salah Menyimpulkan Membuatmu Gagal Memilih yang Terbaik

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 07 September 2017
Bahaya Bias Kognitif: Salah Menyimpulkan Membuatmu Gagal Memilih yang Terbaik

Bias kognitif, dari namanya mungkin tidak semua bisa menduga apa itu. Tetapi kalian pasti pernah mengalami satu waktu di mana berpikirmu tidak rasional dan di luar kebiasaan. Rasanya aneh, tetapi kalian tetap membiarkan keanehan tersebut berjalan mengendalikan keadaan di satu waktu. Alasan di balik ketidakjelasan tersebut, kalian sedang mengalami bias kognitif. Apa itu bias kognitif?

Sebenarnya bias kognitif merupakan kondisi mental seseorang ketika ia tidak bisa memproses banyak informasi dan menghasilkan satu kesimpulan dari semua itu dengan cepat serta efektif. Menurut Mike Pinder dalam Board of Innovation, bias kognitif mungkin saja menghasilkan satu keputusan yang benar-benar dibutuhkan dari semua informasi karena berbagai tekanan pada saat itu.

Meski begitu, informasi yang dihasilkan saat itu bukan untuk memunculkan inovasi “kreatif” jangka panjang. Alasan di balik pernyataan yang bersebrangan dari Mike Pinder tersebut adalah karena adanya curse of knowledge. Dampak dari pengetahuan di masa lalu cenderung membawa seseorang berpegang teguh pada apa yang ia ketahui, bahkan ketika ia mendapatkan informasi baru. Seringkah kamu begitu? Hmm.

Masalah akan muncul ketika hari ini ingin mengambil keputusan yang sudah dianggap tuntas di masa lalu. Karena umumnya orang akan memilih keputusan sama karena diyakini pasti berhasil, saat itu, inovasi pun tidak bisa tercipta akibat ketergantungan pada kebenaran yang pernah terjadi. Bukankah kebenaran di masa lalu belum tentu terjadi kembali di masa depan? It might be a curse, somehow.

Setiap kali mengambil keputusan, apakah kamu pernah tiba-tiba merasa sangat emosional? Sebenarnya itu sangat wajar karena bias kognitif pun menjadi penyebabnya. Ketika informasi mempengaruhi bagian otak yang sangat statis dan berpegangan pada data, ia juga mempengaruhi bagian otak yang mengendalikan perasaan secara sadar maupun tidak. Beberapa kalimat tentang bias kognitif berikut akan mengingatkanmu untuk fokus dengan kebutuhan hari ini tanpa selalu berandai-andai dari masa lalu. Wake up gengs, saring dahulu bias kognitif yang akan terjadi dari kalimat-kalimat berikut.

“Bagaimana caranya kita tahu rencana ini akan berhasil?”

“Lakukan saja seperti biasa”

“Tanyakan dahulu pada Bos”

“Rencanamu terlalu berisiko”

“Kita sudah pernah mencoba hal itu, tapi tidak berhasil”

 

 

 

 *Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 25